Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) mendeteksi sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pada Senin (7/9).
Prakirawan BBMKG Wilayah 1, Ilham Haris Batubara, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan citra satelit sebaran asap per pukul 16.00 WIB, asap terkonfirmasi telah memasuki wilayah Sumatra Utara. Asap tersebut diperkirakan merupakan kiriman dari titik karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Menurut Ilham, sebaran asap terutama terpantau berada di bagian selatan Sumatra Utara. Kondisi ini dipicu oleh arah pergerakan angin yang bertiup menuju ke arah barat laut, sehingga membawa kepulan asap dari wilayah yang mengalami kebakaran masuk ke Sumut.
BMKG Ungkap Hasil Pantauan Tsunami di Selat Sunda

Berdasarkan hasil pemantauan BBMKG, kabut asap karhutla telah terdeteksi di beberapa kabupaten di Sumatra Utara, antara lain Kabupaten Padanglawas, Padanglawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Mandailing Natal.
Pergerakan kabut asap tersebut dinilai masih berpotensi meluas mengikuti arah hembusan angin. Dari analisis citra satelit, sebaran asap berpotensi bergerak lebih jauh ke arah barat laut Sumatra Utara dan dapat menjangkau wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, serta kawasan di sekitarnya.
Purbaya soal Pangkas Anggaran MBG, Kepala BGN Bilang Bisa Lebih Hemat

Menyikapi masuknya kabut asap ini, BBMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara di lingkungan masing-masing. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.
Selain itu, masyarakat disarankan mengenakan masker saat harus beraktivitas di luar, mengurangi kegiatan luar ruangan yang tidak mendesak, serta menutup pintu dan jendela rumah jika asap mulai tercium atau masuk ke dalam ruangan. Warga juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG dan instansi terkait lainnya.






