Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8) guna meninjau langsung penanganan gempa bumi sekaligus memastikan distribusi bantuan logistik menjangkau seluruh warga terdampak di Pulau Flores.
Dalam rapat penanganan bencana di Posko Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Presiden mengumumkan penyaluran dana bantuan sebesar Rp200 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan senilai Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak, meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengonfirmasi bahwa dana bantuan telah diterima oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan seluruh alokasi tersebut wajib dimanfaatkan khusus untuk kebutuhan penanggulangan dampak gempa. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat ini sangat membantu mobilitas penanganan ribuan warga yang berada di pos pengungsian.
Bupati Bogor Ungkap Asal Api Pemicu Kebakaran TPA Galuga

Dukungan Logistik dan Fasilitas Medis Lapangan
Berdasarkan data penyaluran dari 15 hingga 24 Agustus 2026, pemerintah telah mendistribusikan 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, serta 10,29 ton air mineral ke kantong-kantong pengungsian. Distribusi logistik juga mencakup obat-obatan, tenda, selimut, matras, perangkat komunikasi, dan dua set perlengkapan rumah sakit lapangan.
Untuk menjangkau korban di wilayah pesisir dan kepulauan, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Soeharso-990 yang difungsikan sebagai rumah sakit lapangan di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Selain itu, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga dioperasikan di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, guna memperluas jangkauan layanan medis darurat.
Potret Bencana di RI, Wilayah di Sumatra Ini Dihantam Kebakaran-Banjir

Penanganan medis di fasilitas darat terus berlanjut. RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai fokus pada tindakan operatif darurat dan telah menyelesaikan 29 tindakan operasi medis, sementara RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo melayani penanganan darurat bagi korban luka akibat gempa.






