Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memberangkatkan 160 personel Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 2 menuju Nusa Tenggara Timur (NTT). Penugasan ini difokuskan untuk memperkuat penanganan pascagempa bumi, khususnya pemulihan trauma para penyintas di kawasan Flores.
Ratusan tenaga medis tersebut bertolak melalui Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (7/9). Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, menjelaskan bahwa layanan psikososial dan kesehatan mental menjadi perhatian utama penugasan gelombang kedua ini guna mendampingi warga di pengungsian maupun permukiman terdampak.
Bupati Bogor Ungkap Asal Api Pemicu Kebakaran TPA Galuga

Perkuat Rumah Sakit Lapangan dan Pengawasan Penyakit
Di lapangan, 160 nakes ini akan bertugas di sejumlah Puskesmas serta memperkuat pelayanan di dua rumah sakit lapangan yang beroperasi di Ruteng dan Ngada. Mereka juga bertugas menangani perawatan lanjutan bagi pasien pascaoperasi, meneruskan tindakan medis yang sebelumnya dilakukan tim dokter spesialis bedah dan ortopedi pada tahap pertama.
Selain pendampingan klinis dan kejiwaan, Kemenkes menurunkan tim surveilans untuk memantau kondisi sanitasi dan potensi penyebaran penyakit di kantong-kantong pengungsian. Pemantauan berkala ini ditujukan guna mencegah munculnya wabah serta Kejadian Luar Biasa (KLB) di lokasi bencana.
Potret Bencana di RI, Wilayah di Sumatra Ini Dihantam Kebakaran-Banjir

Dengan tambahan personel ini, total tenaga kesehatan yang telah dikerahkan Kemenkes ke NTT mencapai lebih dari 360 orang, menggabungkan 206 nakes gelombang pertama dan 160 nakes pada gelombang kedua. Penugasan misi kemanusiaan ini juga diikuti tenaga medis dari berbagai daerah, salah satunya dr. Rayhendra Hanif asal Padang yang tergerak mendampingi korban gempa di Flores berbekal pengalamannya melewati peristiwa gempa Padang 2009 silam.






