Sebanyak 1.110 rumah warga di Kabupaten Langkat terendam air, sementara kebakaran lahan seluas satu hektare melanda Aceh Besar dalam rangkaian bencana yang terjadi di wilayah Sumatra pada Senin (7/9). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun laporan peristiwa dan langkah penanganan tersebut hingga Selasa (8/8) pukul 07.00 WIB.
Di Provinsi Aceh, kebakaran lahan terjadi di Gampong Kayee Adang, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.04 WIB. Api membakar area seluas kurang lebih satu hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran dan berhasil memadamkan kobaran api pada pukul 18.45 WIB. Hingga kini, penyebab peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
21 Jam Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Padam, Api Sulit Dijangkau

Pada hari yang sama, banjir melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, akibat curah hujan tinggi yang disertai jebolnya tanggul. Luapan air merendam tiga kecamatan, yaitu Batang Sarangan, Padang Tualang, dan Tanjung Pura.
Pendataan sementara mencatat 1.110 kepala keluarga (KK) dan 1.110 unit tempat tinggal terdampak banjir dengan ketinggian muka air berkisar antara 20 hingga 120 sentimeter. Meski sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing, BPBD Kabupaten Langkat telah menyalurkan bantuan bahan pokok, menyiagakan personel, serta mendistribusikan dua unit tenda keluarga dan dua unit perahu fiber di lokasi terdampak.
Bupati Bogor Ungkap Asal Api Pemicu Kebakaran TPA Galuga

Selain di Langkat, cuaca ekstrem berupa hujan lebat turut memicu banjir di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Peningkatan debit air menggenangi kawasan Hilisimaetano, Kabupaten Nias Selatan, pada Senin (7/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Sejumlah warga setempat dilaporkan mengajukan permintaan bantuan evakuasi menyusul adanya warga yang terjebak di tengah kepungan banjir dan memerlukan pertolongan darurat.






