Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari satu persen pada sesi II perdagangan Selasa (8/9/2026), mendekati ambang batas psikologis 6.700. Indeks tercatat naik 67,36 poin atau 1,02% ke posisi 6.687,03, setelah ditutup pada level 6.619,67 pada perdagangan sebelumnya.
Pergerakan indeks sepanjang hari bergerak di rentang 6.636,94 hingga level tertinggi 6.688,20. Kinerja positif ini memperpanjang momentum dari sesi I yang sebelumnya ditutup naik 0,84% di level 6.674,95. Penguatan didorong meratanya laju sektor saham, dipimpin sektor bahan baku yang melonjak 1,43% dan finansial yang naik 1,01%. Sektor energi turut terapresiasi 0,85%, konsumer primer 0,69%, industri 0,46%, properti serta kesehatan masing-masing 0,39%, teknologi 0,24%, utilitas 0,11%, dan konsumer non-primer 0,10%.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar tampil sebagai penopang utama indeks. Bank Central Asia (BBCA) menjadi motor utama dengan kontribusi 9,39 poin terhadap IHSG, disusul Amman Mineral Internasional (AMMN) sebesar 7,62 poin, dan Sinar Mas Multiartha (SMMA) dengan 7,27 poin. Dorongan lanjutan datang dari Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar 4,66 poin, Merdeka Copper Gold (MDKA) 2,57 poin, serta Energi Mega Persada (ENRG) 2,44 poin.
Edwin Soeryadjaya Borong 2,25 Juta Saham SRTG di Harga Rp1.810

Di sisi lain, tekanan indeks datang dari pelemahan beberapa saham pengurang. Bumi Resources Minerals (BRMS) menjadi pemberat terbesar setelah memangkas 2,37 poin indeks. Tekanan juga disumbang Global Digital Niaga (BELI) sebesar 1,76 poin dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang mengurangi 1,40 poin.
Hingga sekitar pukul 14.14 WIB, aktivitas perdagangan mencatatkan volume 25,08 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp10,02 triliun melalui 1,592 juta kali frekuensi transaksi. Sebanyak 383 saham melaju di zona hijau, 241 saham terkoreksi, dan 339 saham bertahan stagnan.
JadiKambing Hitam Dalam Skandal, Eks Bankir Menang Gugatan Rp3,12 T

Pada paruh pertama perdagangan, investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp83,37 miliar, hasil dari transaksi beli Rp2,14 triliun berbanding jual Rp2,06 triliun. Arus modal masuk asing terkonsentrasi pada saham BBCA dengan net buy Rp112,57 miliar, AMMN sebesar Rp109,34 miliar, dan BBRI senilai Rp74,54 miliar.






