Sebuah festival desa di kawasan Santa Maria Canchesda, wilayah Temascalcingo, Meksiko tengah, berakhir tragis setelah ledakan kembang api menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai setidaknya 60 orang lainnya.
Peristiwa maut tersebut terjadi pada Sabtu saat warga setempat tengah melangsungkan rangkaian ritual tradisional. Insiden bermula ketika kembang api yang menyembur dari sebuah patung banteng jerami dalam arak-arakan menyambar tumpukan persediaan kembang api yang disimpan di dalam gereja desa. Percikan itu langsung memicu ledakan susulan yang jauh lebih besar di tengah kerumunan.
Dahsyatnya daya ledak membuat sejumlah dinding bangunan di sekitar lokasi runtuh dan memicu kobaran api yang merambat cepat ke area alun-alun kota. Media lokal melaporkan beberapa warga diduga sempat terjebak di bawah reruntuhan puing bangunan yang ambruk.
Potret Bencana di RI, Wilayah di Sumatra Ini Dihantam Kebakaran-Banjir

Keuskupan di wilayah Atlacomulco mengonfirmasi bahwa dua orang imam mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, meski kondisi medis keduanya dipastikan tidak membahayakan nyawa.
Kantor Kejaksaan Agung Meksiko telah membuka penyelidikan resmi di lokasi kejadian guna memastikan kronologi lengkap serta penyebab utama yang memicu kebakaran hebat tersebut.
Mantan Ketua DPR & Sepupu Presiden Ditangkap, Korupsi Rp 2,1 T

Kecelakaan terkait petasan dan kembang api memiliki riwayat panjang di Meksiko. Sebelumnya, ledakan pabrik kembang api di Tultepec pada Juli 2018 merenggut 24 korban jiwa, sementara peristiwa serupa di pasar petasan di wilayah yang sama dua tahun sebelumnya menewaskan 42 orang.






