Para pekerja luar ruangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya terpaksa berhadapan dengan paparan debu pekat saat beraktivitas pada Minggu (6/9/2026). Sejumlah pengemudi ojek online dan pedagang keliling merasakan langsung imbas abu yang menyelimuti jalanan ibu kota, baik dari segi kesehatan maupun penurunan pemasukan harian.
Kondisi tersebut dipicu oleh sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Hembusan abu vulkanik terbawa hingga ke area permukiman dan jalur protokol di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Salah satu pengemudi ojek online asal Jakarta Barat, Eky Ardiyansyah, menuturkan bahwa debu vulkanik dengan cepat menempel di seluruh bagian kendaraannya saat beraktivitas pada Minggu pagi. Sebelum dapat kembali menarik penumpang dengan aman dan nyaman, ia harus mencuci sepeda motornya terlebih dahulu.
Bandara Soetta, Halim hingga Husein Sastranegara Ditutup Sampai Pukul 23.59 WIB

"Tadi pagi sih lumayan terdampak ya karena saya tinggal motor sebentar aja tuh debunya segala macam udah nempel di motor, sampai semuanya gitu dari depan sampai belakang," ungkap Eky.
Eky membersihkan motornya menggunakan air, kain lap, dan sedikit sabun. Selama perjalanan dari kediamannya menuju kawasan Sudirman, ia juga mengeluhkan gangguan pernapasan akibat tebalnya debu di jalan raya. Selain masalah fisik, pendapatannya pada Minggu pagi tercatat menurun karena banyak warga memilih berdiam diri di rumah dan membatalkan niat menggunakan layanan transportasi online Gojek.
Keluhan serupa disampaikan Holis, seorang pedagang minuman keliling yang mengais rezeki di area publik. Holis mendapati gerobak dan peralatan dagangannya kotor tertutup abu sejak pagi hari. Tisu yang ia pakai untuk menyeka permukaan gerobak bahkan berubah warna menjadi hitam pekat.
Bandara Halim Ditutup Sementara Imbas Abu Anak Krakatau, 50 Penerbangan Dibatalkan

Debu vulkanik yang beterbangan juga menimbulkan gangguan penglihatan. Holis mengaku matanya terasa perih hingga memerah, sehingga ia berinisiatif mengenakan kacamata guna mengurangi paparan langsung partikel abu.
Pendapatan dagang Holis kian terdampak setelah keramaian di kawasan bebas kendaraan bermotor berkurang drastis. Kegiatan Car Free Day (CFD) yang biasanya berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dibubarkan lebih cepat pada pukul 09.00 WIB demi keselamatan masyarakat.






