Maskapai Garuda Indonesia membatalkan seluruh operasional penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kebijakan pembatalan rute ini berlaku sejak Minggu (6/9/2026) dan berlanjut hingga Senin (7/9/2026) pukul 12.00 WIB.
Langkah tersebut diambil menyusul perpanjangan penutupan sementara sejumlah fasilitas bandara yang menjadi lintasan operasional maskapai. Di antara bandara jaringan Garuda yang terdampak langsung oleh aktivitas vulkanik tersebut meliputi Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, serta Bandara Radin Inten II di Lampung.
Selain membatalkan penerbangan terjadwal, manajemen Garuda Indonesia menjalankan prosedur pemeriksaan teknis pada armada pesawat yang sempat melintasi atau berada di area terdampak abu. Pengecekan menyeluruh ini difokuskan guna memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan dan kelaikudaraan sebelum dioperasikan kembali.
Bandara Soetta, Halim hingga Husein Sastranegara Ditutup Sampai Pukul 23.59 WIB

Pihak maskapai menyatakan bahwa rute penerbangan akan dibuka kembali secara bertahap begitu otoritas terkait menyatakan ruang udara dan bandara aman untuk aktivitas penerbangan komersial.
Opsi Penjadwalan Ulang dan Refund Penumpang
Untuk meminimalkan kerugian calon penumpang yang terdampak penghentian operasional ini, Garuda Indonesia membuka opsi pengajuan perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) maupun pengembalian dana tiket secara penuh (full refund). Pengajuan kompensasi layanan ini dapat diajukan oleh penumpang hingga batas akhir 14 September 2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bandara Halim Ditutup Sementara Imbas Abu Anak Krakatau, 50 Penerbangan Dibatalkan

Secara umum, sebaran material erupsi Gunung Anak Krakatau melumpuhkan mobilitas udara di kawasan barat Pulau Jawa dan Sumatra bagian selatan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan sedikitnya ada enam bandara di wilayah Tangerang, Jakarta, Bandung, dan Lampung yang terdampak material vulkanik.
Keenam bandara tersebut mencakup Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Radin Inten II, Pondok Cabe, dan Kertajati. Mengenai rincian jumlah keseluruhan penerbangan yang batal dari bandara-bandara tersebut, data teknis akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak Angkasa Pura.






