Operasional Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur ditutup sementara imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan melalui Notice to Airmen (NOTAM) tersebut diperpanjang hingga Minggu (6/9/2026) pukul 18.00 WIB guna mengantisipasi risiko bahaya terhadap keselamatan penerbangan.
General Manager Operasional Halim Perdanakusuma, Kolonel Pnb Ali Sudibyo, mengonfirmasi perpanjangan masa penutupan fasilitas bandara tersebut. "NOTAM HLP CLOSED diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB," ujarnya pada Minggu.
Dampak dari penutupan ini, sebanyak 50 jadwal penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma terpaksa dibatalkan karena paparan abu vulkanik dinilai berisiko mengganggu mesin dan instrumen pesawat. Rincian penerbangan yang dibatalkan mencakup:
- Sektor keberangkatan (departure): 26 penerbangan dibatalkan dengan total 1.971 penumpang terdampak.
- Sektor kedatangan (arrival): 24 penerbangan dibatalkan dengan total 2.408 penumpang terdampak.
Selain pembatalan massal, Ali melaporkan ada empat penerbangan milik maskapai Batik Air yang mengalami penundaan (delay). Jadwal yang tertunda tersebut meliputi dua rute keberangkatan menuju Palembang dan Surabaya, serta dua rute kedatangan dari Surabaya dan Denpasar.
Bandara Soetta, Halim hingga Husein Sastranegara Ditutup Sampai Pukul 23.59 WIB

Enam Bandara Terdampak Erupsi
Penutupan operasional tidak hanya terjadi di Halim Perdanakusuma. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa sebanyak enam bandara telah ditutup per Minggu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB demi menjaga keselamatan serta keamanan para pengguna jasa transportasi udara.
Keenam bandara yang ditutup tersebut meliputi:
- Bandara Radin Inten II (Lampung)
- Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten)
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur)
- Bandara Pondok Cabe (Jakarta)
- Bandara Budiarto Curug (Tangerang)
- Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
Langkah penutupan ruang udara dan fasilitas bandara ini diambil setelah Kementerian Perhubungan menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai pergerakan material abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dinilai berpotensi mengganggu jalur lintas udara.
Hadapi Abu Anak Krakatau, Seskab Teddy Ingatkan Warga Pakai Masker N95

Menhub Dudy juga menginstruksikan seluruh pihak maskapai untuk segera mengabarkan status perjalanan kepada calon penumpang yang jadwalnya terdampak. Hal tersebut ditujukan agar penumpang tidak telanjur bertolak menuju bandara.
"Kami juga sudah meminta kepada pihak airlines untuk menyegerakan informasi tersebut disampaikan kepada para penumpang sehingga para penumpang tidak perlu datang ke bandara," jelas Dudy.
Selain mempercepat pemberian informasi secara elektronik, Kementerian Perhubungan menegaskan agar maskapai segera memproses pengembalian dana (refund) tiket bagi para penumpang yang penerbangannya mengalami pembatalan resmi.






