Pemerintah meminta perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk menyesuaikan aktivitas akademik di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Penyesuaian ini dilakukan menyusul imbauan bagi pihak kampus agar mengurangi berbagai kegiatan di luar ruangan demi meminimalkan risiko paparan abu vulkanik terhadap seluruh civitas akademika.
Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Minggu (6/9/2026). Fauzan menegaskan pentingnya langkah terukur dari pimpinan perguruan tinggi untuk mengantisipasi potensi bahaya abu letusan.
"Kami menghimbau kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh civitas akademika," ujar Fauzan.
Bandara Soetta, Halim hingga Husein Sastranegara Ditutup Sampai Pukul 23.59 WIB

Fleksibilitas Penyesuaian Pembelajaran
Pemerintah memberikan keleluasaan penuh kepada perguruan tinggi untuk menerapkan sistem perkuliahan yang dinilai paling efektif sesuai situasi lapangan masing-masing. Pihak kampus dapat menyelenggarakan pembelajaran secara daring (online), hybrid, maupun metode pembelajaran lainnya.
Pemerintah menegaskan tidak menetapkan kewajiban satu pola pembelajaran yang seragam bagi seluruh kampus. Kebijakan proses belajar-mengajar dapat disesuaikan secara fleksibel berdasarkan kondisi riil serta tingkat keparahan dampak abu vulkanik di setiap wilayah terdampak.
Selain proses perkuliahan mahasiswa, aktivitas layanan kantor serta kegiatan akademik lainnya di lingkungan universitas juga dapat disesuaikan. Kebijakan ini diambil guna menekan risiko paparan debu erupsi mengingat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih sangat dinamis dan kondisinya dapat terus berubah mengikuti aktivitas gunung serta arah angin.
Bandara Halim Ditutup Sementara Imbas Abu Anak Krakatau, 50 Penerbangan Dibatalkan

Pengaktifan Posko Siaga Kampus
Di samping pengurangan aktivitas di luar ruangan dan penyesuaian perkuliahan, Fauzan turut meminta seluruh jajaran pimpinan perguruan tinggi untuk segera mengaktifkan posko siaga di lingkungan kampus masing-masing.
Keberadaan posko siaga tersebut difungsikan guna memperkuat kesiapsiagaan pihak kampus dalam memantau dan menghadapi setiap perkembangan situasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Selain itu, posko ini menjadi sarana penting untuk memastikan koordinasi antara pihak perguruan tinggi dengan pemerintah daerah setempat dapat berjalan lancar dan optimal.






