Lebih dari 60.000 warga menandatangani petisi penolakan dan sedikitnya 2.000 orang menggelar aksi di Speakers' Corner menyusul rencana Pemerintah Singapura membuka puluhan hektare kawasan hutan untuk proyek perumahan. Gelombang penolakan publik yang tergolong jarang terjadi di negara kota tersebut mendesak otoritas setempat meninjau ulang alih fungsi ruang hijau yang menjadi habitat satwa langka.
Protes mencuat setelah Dewan Perumahan dan Pembangunan Singapura mengumumkan rencana pembukaan sekitar 15 hektare dari total 23 hektare area Hutan Maju guna mendirikan hunian. Selain Hutan Maju, pemerintah setempat juga menargetkan pembukaan sedikitnya 10 hektare kawasan Hutan Gillman yang berjarak sekitar enam kilometer dari lokasi pertama.
Kawasan hutan yang terancam dibabat tersebut menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi. Berdasarkan kajian dampak lingkungan, Hutan Gillman tercatat menjadi rumah bagi 178 spesies hewan. Sementara itu, Hutan Maju menopang kehidupan 113 spesies fauna, termasuk satwa terancam punah seperti trenggiling Sunda dan burung bulbul berkepala jerami.
KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Ubah Komitmen Jadi Aksi Nyata

Warga Sunset Way, Joanne Teoh (68), menjadi salah satu warga yang aktif menentang rencana deforestasi ini. Teoh, yang telah mendokumentasikan keanekaragaman flora dan fauna di Hutan Maju sejak 2021, menyuarakan kekhawatiran terhadap kepunahan ekosistem lokal. Perwakilan kelompok advokasi lingkungan SG Climate Rally, Rachel Tan, menilai antusiasme warga dalam penolakan proyek ini menunjukkan adanya pergeseran sikap publik Singapura terhadap pentingnya pelestarian alam di tengah krisis iklim.
Merespons kekhawatiran masyarakat, Menteri Negara untuk Pembangunan Nasional Singapura, Alvin Tan, menyampaikan di hadapan parlemen bahwa keterbatasan wilayah menjadi tantangan utama pemerintah. Menurutnya, Singapura memiliki pilihan ruang yang jauh lebih sempit dibandingkan negara-negara besar lainnya, sehingga pasokan lahan yang terbatas harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan warganya.
Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat

Pemerintah Singapura berupaya meredam kritik publik dengan menjanjikan bakal mempertahankan lebih banyak ruang hijau di kawasan pembangunan tersebut. Penyesuaian rancangan ini diperkirakan akan memangkas jumlah unit rumah yang semula ditargetkan untuk dibangun.






