PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) buka suara mengenai kinerja perusahaan seiring pelaksanaan program perampingan (streamlining) anak usaha. Langkah restrukturisasi dan efisiensi ini dijalankan berdasarkan arahan dari BP BUMN dan BPI Danantara. Melalui program tersebut, perseroan menargetkan pemangkasan jumlah anak perusahaan dari semula 68 entitas menjadi tersisa 18 entitas.
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menjelaskan bahwa restrukturisasi menuju struktur Telkom Group yang lebih sederhana bertujuan untuk menekan potensi tumpang tindih bisnis maupun operasional. Skema ini sekaligus menyederhanakan alur proses kerja di lingkungan grup, sehingga alokasi sumber daya serta permodalan korporasi dapat dipusatkan secara optimal pada sektor-sektor yang menjadi bisnis inti.
Fokus penguatan alokasi modal tersebut telah diimplementasikan perseroan. Pada periode paruh pertama tahun 2026, TLKM tercatat mengalokasikan lebih dari 94% belanja modal (capex) untuk mendukung pertumbuhan bisnis inti di segmen B2C serta infrastruktur B2B.
Satgas PASTI Setop 951 Pinjol Ilegal, Kerugian Tembus Rp 206 Miliar

Dampak Terhadap Kinerja dan Transformasi Holding
Mengenai implikasi pemangkasan anak usaha terhadap kinerja keuangan, Dian menegaskan bahwa program streamlining ini masih terus berjalan. Oleh sebab itu, dampak nyata terhadap kinerja perusahaan diproyeksikan akan terbentuk secara bertahap. Manajemen Telkom tetap optimistis inisiatif restrukturisasi ini akan mendukung perolehan margin yang lebih sehat, meningkatkan profitabilitas, serta menciptakan nilai pemegang saham jangka panjang (long-term shareholder value).
Perkembangan agenda transformasi dan proses streamlining ini juga telah menjadi pembahasan dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dengan Direktur Utama Telkom Indonesia.
Tekan Impor, Bio Farma Dorong TKDN Capai 71 Persen

Melalui peta jalan transformasi tersebut, Telkom diarahkan untuk beralih model dari operating holding menjadi strategic holding. Dalam perannya yang baru, Telkom akan menitikberatkan fokus pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, sinergi grup, dan penciptaan nilai. Sementara itu, seluruh aktivitas teknis operasional ke depan akan dikelola secara terarah oleh entitas bisnis atau Operating Company (OpCo) yang terspesialisasi sesuai bidangnya masing-masing.






