PT Bio Farma (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menekan ketergantungan terhadap produk impor melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya memastikan bahwa rata-rata TKDN dari produk-produk perseroan kini telah berhasil mencapai angka 71 persen.
Pencapaian nilai TKDN tersebut menjadi bukti konkret bahwa ketergantungan perusahaan terhadap bahan maupun produk impor menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Di samping peningkatan kandungan lokal, Bio Farma melalui grup perusahaannya juga telah menyediakan sebanyak 19 molekul demi menjawab kebutuhan kesehatan di dalam negeri.
Dorong Kemandirian Obat dan Ketahanan Vaksin
Bio Farma berkomitmen untuk terus mengembangkan molekul-molekul baru guna memperkokoh ketahanan vaksin sekaligus mendorong kemandirian obat nasional. Langkah strategis ini dilakukan agar pemenuhan kebutuhan obat dan produk biologi dapat diproduksi secara mandiri di tanah air.
Akun Kripto RI Tembus 22,93 Juta, Tapi Transaksi Anjlok 28%

Dalam proses pengembangan produk dan beragam jenis vaksin, Bio Farma aktif menjalankan riset serta menjalin kerja sama strategis dengan berbagai universitas, baik perguruan tinggi di dalam negeri maupun di luar negeri. Kolaborasi riset ini diarahkan untuk mempercepat inovasi produk kesehatan yang berdaya saing.
Jamin Pasokan Domestik dan Fasilitas Uji Klinis Global
Meski terus mengembangkan produk untuk memperluas jangkauan pasar ekspor, Shadiq menegaskan bahwa pemenuhan kewajiban kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Bio Farma terus memproduksi vaksin-vaksin kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, antara lain vaksin Polio, Tetanus, dan Difteri.
OJK Awasi Ketat 8 Asuransi & 8 Dana Pensiun, Ini Alasannya

Langkah ekspansi dan riset Bio Farma kian diperkuat oleh capaian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) yang telah meraih status WHO Listed Authority (WLA) dari World Health Organization (WHO).
Sejalan dengan pencapaian standar regulasi global tersebut, Bio Farma telah menyiapkan fasilitas pengujian klinis yang kompeten. Fasilitas ini siap dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan global dengan supervisi ketat dari BPOM RI, mulai dari tahapan praklinis, uji klinis, hingga proses registrasi produk.






