Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menduga dua poros kekuatan politik nasional, yakni poros Solo dan Cikeas, telah memasang persiapan atau kuda-kuda untuk menghadapi pemilihan presiden mendatang. Menurutnya, sinyal politik dari kedua belah pihak sudah mulai terlihat melalui pernyataan terbuka dan manuver tokoh-tokohnya di ruang publik.
Gestur Poros Cikeas dan Solo
Doli menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada peringatan HUT ke-25 Demokrat pada Sabtu (5/9) sebagai gestur kesiapan poros Cikeas. Dalam pidato di kantor DPP Partai Demokrat tersebut, AHY menginstruksikan seluruh kader di ranah eksekutif, legislatif, hingga kepala daerah untuk senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat di lapangan.
Selain itu, AHY juga menyinggung masa 10 tahun kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta mengingatkan pentingnya pergantian kekuasaan yang berlangsung damai dan demokratis. AHY menegaskan bahwa kekuasaan bukanlah milik seseorang selamanya, melainkan amanah dari rakyat yang memiliki batas waktu.
TPA Galuga Bogor Kebakaran, Helikopter Lakukan Water Bombing

Sementara itu, sinyal dari poros Solo dinilai terlihat dari pernyataan Ketua Umum kelompok relawan Projo, Budi Arie Setiadi, yang viral di media sosial. Dalam rekaman forum tersebut, Budi Arie yang duduk berdampingan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengungkapkan instingnya mengenai kemungkinan dinamika atau momentum politik yang bergulir lebih cepat dari 2029.
Menunggu Poros Teuku Umar
Doli, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, menilai langkah kedua poros tersebut cukup menarik perhatian mengingat Partai Demokrat dan relawan Projo saat ini berada di satu kapal yang sama dalam koalisi pemerintahan.
Ledakan Dahsyat Guncang Markas Tentara, 7 Tewas

Di samping mengamati poros Solo dan Cikeas, Doli mengaku tengah menunggu langkah dari poros kekuatan politik penting lainnya, yakni Teuku Umar atau PDI Perjuangan. Ia menilai akan menjadi hal yang unik jika poros Teuku Umar tidak kunjung menyatakan kesiapannya untuk maju dan bertarung dalam kontestasi Pilpres 2029 mendatang.






