Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Taman Margasatwa Ragunan mengusulkan penyesuaian tarif tiket masuk menjadi Rp10.000 per orang. Wacana kenaikan ini mencuat setelah harga tiket kebun binatang legendaris tersebut tercatat tidak pernah mengalami penyesuaian selama 20 tahun terakhir.
Saat ini, pengunjung hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. Besaran tersebut dinilai sudah tidak lagi relevan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jakarta serta kebutuhan pengelolaan kawasan konservasi modern.
Dorongan Kemandirian Finansial dan Beban Subsidi
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya menilai nominal Rp10.000 masih tergolong sangat terjangkau jika dibandingkan dengan destinasi wisata ikonik lain di Jakarta, seperti Taman Impian Jaya Ancol maupun Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Selain mengejar relevansi harga, penyesuaian tarif diproyeksikan guna menekan ketergantungan Ragunan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Saat ini, APBD masih menanggung sekitar 70 persen biaya operasional Ragunan.
Bidik Kursi Dewan ICAO, Indonesia Tawarkan Pelatihan Penerbangan

Kebutuhan anggaran operasional kawasan wisata flora dan fauna ini mencapai kisaran Rp160 miliar per tahun. Di sisi lain, pendapatan mandiri yang mampu dikumpulkan pengelola baru menyentuh angka sekitar Rp30 miliar per tahun. Anggota Komisi C DPRD DKI Hardiyanto Kenneth menyebut peningkatan penerimaan tiket masuk dapat membuka jalan bagi Ragunan untuk bertransisi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri secara finansial.
Perbaikan Fasilitas, Keselamatan, dan Kesejahteraan Satwa
Kenaikan tarif masuk nantinya ditujukan untuk membiayai sejumlah pos penting, mulai dari sanitasi, kebersihan fasilitas toilet, program pemuliaan satwa, hingga peningkatan kesejahteraan pegawai dan tenaga pendukung.
Faktor keselamatan pengunjung dan fasilitas kandang juga menjadi perhatian utama menyusul insiden jatuhnya seorang anak ke area kandang gajah pada Mei 2026. Standar pengamanan dinilai mendesak untuk diperketat sejalan dengan penyesuaian tarif.
Pigai Dorong Upaya Kasasi di Putusan Banding Kasus Andrie Yunus

Kebutuhan medis satwa pun turut menjadi sorotan. Ragunan saat ini menampung lebih dari 2.200 ekor satwa, namun hanya didukung oleh 8 orang dokter hewan. Kenneth juga mendorong optimalisasi skema pertukaran satwa antar-kebun binatang untuk mendukung perkembangbiakan, salah satunya mencarikan pasangan bagi gorila jantan yang ada di Ragunan.
Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyanti menegaskan bahwa rencana kenaikan tarif ini bukan bentuk komersialisasi. Langkah tersebut diposisikan sebagai reorientasi pelayanan publik demi merealisasikan kawasan konservasi berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif.






