Donald Trump menegaskan komitmen pendanaannya untuk membantu kampanye Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang. Tokoh politik Amerika Serikat tersebut menyatakan siap menggelontorkan dana ratusan juta dolar dari kelompok pendukungnya, sembari mengamankan sisa kas melimpah untuk persiapan kontestasi pemilihan presiden berikutnya.
Trump mengungkapkan bahwa dirinya mengalokasikan dana sekitar US$400 juta hingga US$500 juta atau setara Rp 7 triliun hingga Rp 8,8 triliun untuk Partai Republik. Dana tersebut bersumber dari super PAC MAGA (MAGA Inc.), wadah penghimpun dana politik yang diakuinya berada di bawah kendali penuh dirinya.
"Ini uang dari MAGA Inc. Saya yang mengendalikan uang ini," kata Trump. Ia juga menambahkan kesiapannya mengeluarkan dana berapapun yang diperlukan guna membantu kemenangan partainya.
Konservasi Mangrove Simanja Pulihkan Ekosistem Pesisir Cilacap

Langkah ini sekaligus meredakan kekhawatiran internal Partai Republik. Sebelumnya, sejumlah kader partai sempat cemas karena dana besar tersebut belum terlihat digunakan di lapangan. Kendati demikian, laporan Reuters mencatat bahwa kucuran dana hingga US$500 juta menjelang pemilu 3 November 2026 berpotensi memiliki dampak terbatas. Hal itu disebabkan sebagian besar pemilih kemungkinan telah menentukan pilihan politiknya, di samping makin terbatasnya ketersediaan ruang iklan televisi bertarget.
Pengaruh politik Trump dan alokasi dukungannya juga memicu dinamika internal. Di Texas, misalnya, persaingan ketat terjadi saat politisi Republik Ken Paxton berhadapan dengan kader Partai Demokrat James Talarico. Trump secara terbuka mendukung Paxton dibanding petahana Partai Republik John Cornyn, keputusan yang berseberangan dengan keinginan jajaran pimpinan Senat Partai Republik.
Sapi Angus di Australia Pecahkan Rekor Terjual Rp 7,4 Miliar, Pemilik Ungkap Kesedihan

Di balik pengeluaran untuk pemilu legislatif tersebut, cadangan keuangan politik Trump masih sangat tebal. Trump mengklaim masih terdapat sisa dana sebesar US$1 miliar atau berkisar Rp 17,6 triliun di dalam rekening MAGA. Dana jumbo yang belum terpakai ini rencananya akan disimpan dan digunakan sebagai modal kampanye untuk kembali maju dalam pemilihan presiden pada 2028 mendatang.






