Hasil jajak pendapat terbaru Media Survei Nasional (Median) mencatat mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebanyak 56,2 persen responden menyatakan puas dengan kinerja kepemimpinan nasional saat ini, sementara 36 persen lainnya menyatakan tidak puas.
Survei tatap muka tersebut diselenggarakan pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.212 warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih di 38 provinsi. Riset ini memiliki tingkat toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, memaparkan rincian temuan tersebut dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, pada Senin (31/8/2026). Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran ditopang oleh pelaksanaan program-program bantuan dan kebijakan sektoral yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Faktor Pendorong Kepuasan dan Catatan Kritis Publik
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pendorong utama kepuasan publik dengan angka 11,1 persen. Selain MBG, responden mengapresiasi berjalannya program pemerintah secara umum maupun kombinasi berbagai agenda kerja sebesar 9,2 persen, serta langkah pemberantasan korupsi sebanyak 4 persen.
Jurus Berlapis Pemerintah Hadapi Kebakaran Hutan Lewat Regulasi hingga Pembentukan Brigade Karla

Masyarakat juga menyoroti kebijakan di sektor pertanian, seperti ketersediaan pupuk murah dan penetapan harga yang dinilai baik di Bulog, di samping penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, isu integritas menjadi sorotan utama bagi 36 persen kelompok responden yang menyatakan tidak puas. Sorotan terbesar tertuju pada kasus korupsi yang menyeret figur-figur di lingkaran pemerintahan, yang disebut oleh 8,3 persen responden.
Rico Marbun menjelaskan bahwa perkara hukum yang menjerat petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) serta kasus korupsi yang melibatkan pihak terkait bernama Pak Febri turut menekan kepercayaan publik. Kedua persoalan tersebut dinilai membayangi komitmen pemberantasan korupsi yang dicanangkan pemerintah.
Peta Elektabilitas Tokoh Politik
Selain mengukur tingkat kepuasan kinerja, Median memotret elektabilitas sejumlah figur politik nasional. Pada simulasi pertanyaan terbuka, Prabowo Subianto menempati posisi teratas dengan elektabilitas 32,2 persen, diikuti Dedi Mulyadi sebesar 19,8 persen dan Anies Baswedan sebesar 19,5 persen.
Api Melahap Permukiman di Gambir Padam, 880 Warga Terdampak

Nama-nama lain yang muncul secara spontan meliputi Ganjar Pranowo (4,5 persen), Sherly Tjoanda (3,5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2,3 persen), Joko Widodo (2 persen), Gibran Rakabuming Raka (2 persen), Mahfud MD (1,8 persen), serta Purbaya Yudhi Sadewa (1,3 persen).
Pada pengujian melalui pertanyaan semi terbuka, Prabowo tetap memimpin dengan dukungan 32,4 persen. Posisi kedua dan ketiga masih ditempati Dedi Mulyadi (20,6 persen) dan Anies Baswedan (20,5 persen).
Urutan berikutnya diisi oleh Ganjar Pranowo (5 persen), Sherly Tjoanda (4,1 persen), Gibran Rakabuming Raka (2,6 persen), Mahfud MD (2,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2 persen), Andika Perkasa (1,5 persen), serta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (1,2 persen).






