Bagaimana cara perusahaan teknologi informasi (TI) lokal tetap relevan ketika lanskap digital berubah begitu cepat? Pertanyaan praktis ini kerap dihadapi oleh para pelaku industri yang dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga terus bertumbuh. Jawabannya terletak pada kelincahan organisasi dalam mengadopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan untuk operasional internal sekaligus menciptakan solusi komersial baru. Langkah strategis inilah yang sedang diterapkan oleh Metrocom selaku penyedia solusi system integrator di Indonesia guna menjawab tantangan zaman.
Sejarah menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi sudah menjadi bagian dari DNA perusahaan ini sejak awal berdiri pada tahun 1998. Pendiri Metrocom, Bobby Sangka yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur, dan Indra Pattiasina yang menjabat sebagai Presiden Komisaris, membangun bisnis ini di tengah situasi krisis moneter yang melanda Indonesia. Sebelumnya, Bobby bekerja di perusahaan asal Singapura bernama Nova Sprint Consulting, sedangkan Indra bekerja di IBM. Dorongan untuk mendirikan usaha mandiri muncul akibat kekhawatiran bahwa perusahaan asing tempat mereka bekerja sebelumnya akan menghentikan operasional di tanah air akibat krisis tersebut. Langkah awal mereka membuahkan hasil dengan didapatkannya proyek pertama dari Kejaksaan Agung yang digarap sejak tahun 1998 hingga sekitar tahun 2000.








