berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Keamanan

Strategi Pengamanan Aksi Massa Kelompok Silat PSHT di Surabaya

Ance RundenganDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Pengamanan Aksi Massa Kelompok Silat PSHT di Surabaya
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pelaksanaan pengamanan aksi massa di wilayah perkotaan membutuhkan persiapan yang matang serta pengerahan kekuatan yang memadai. Dalam upaya menjaga ketertiban umum, sebanyak 1.839 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri diterjunkan secara langsung. Ribuan aparat keamanan tersebut disiagakan untuk mengamankan aksi damai yang digelar oleh kelompok silat PSHT. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (31/7) siang. Pengerahan pasukan dalam jumlah besar ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan dengan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya di sekitar lokasi.

Aksi damai yang dilakukan oleh massa kelompok silat PSHT ini tidak terjadi tanpa sebab. Gerakan turun ke jalan tersebut merupakan buntut dari sebuah kasus tindak kekerasan. Secara spesifik, aksi ini dipicu oleh kasus pembacokan yang menimpa salah satu anggota kelompok silat. Insiden pembacokan tersebut melibatkan seorang penagih utang atau debt collector di wilayah

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
Surabaya
. Sebagai bentuk respons atas peristiwa yang menimpa rekan mereka, massa kelompok silat memusatkan aksi protesnya di dua lokasi utama. Aksi tersebut digelar secara langsung di kantor debt collector yang berlokasi di Jalan Teuku Umar dan di Mapolrestabes Surabaya.

Dalam merencanakan strategi pengamanan, pihak kepolisian telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi kerawanan. Meskipun pada hari tersebut aksi damai hanya diperuntukkan bagi anggota kelompok silat dari wilayah Surabaya, aparat keamanan tetap memperhitungkan dinamika di lapangan. Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyampaikan bahwa pengerahan ribuan personel TNI dan Polri dilakukan karena adanya potensi kedatangan massa aksi dari luar Surabaya. Kepolisian mendeteksi adanya kemungkinan pergerakan massa aksi dari daerah lain yang ingin bergabung. Oleh karena itu, langkah antisipasi sangat diperlukan guna mencegah terjadinya penumpukan massa yang berada di luar kendali petugas.

Baca Juga

Tanggapan KPK atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid

Tanggapan KPK atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid

Untuk mengantisipasi potensi gesekan akibat kedatangan massa dari luar kota, strategi penyekatan dan pembagian pasukan diterapkan secara ketat. Kombes Luthfie Sulistiawan mengambil kebijakan untuk membagi petugas gabungan ke sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi perpecahan. Selain menempatkan personel untuk berjaga di Mapolrestabes Surabaya dan Jalan Teuku Umar, petugas juga disiagakan di berbagai titik perbatasan yang menjadi akses keluar dan masuk kota. Melalui penjagaan di perbatasan ini, jika ditemukan adanya anggota kelompok silat dari daerah lain yang hendak bergabung, petugas akan langsung memberikan imbauan agar mereka tidak masuk ke dalam kota.

Pengamanan aksi massa tidak hanya berfokus pada titik kumpul utama, melainkan juga mencakup kewaspadaan terhadap ancaman dari pihak luar. Petugas di lapangan diminta untuk tetap siaga hingga seluruh rangkaian aksi selesai, tidak hanya pada saat aksi sedang berlangsung. Selain itu, Kombes Luthfie Sulistiawan secara khusus mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa aksi. Para penyusup ini umumnya mencoba menyamarkan identitas mereka agar sulit dikenali oleh petugas. Ciri-ciri yang patut diwaspadai dari para penyusup tersebut antara lain adalah penggunaan masker, jaket berpenutup kepala atau hoodie, serta jenis penutup kepala lainnya.

Baca Juga

Menyikapi dan Memantau Keamanan Pasca-Aksi Massa Pesilat di Surabaya

Menyikapi dan Memantau Keamanan Pasca-Aksi Massa Pesilat di Surabaya

Aspek psikologis dari para peserta aksi juga menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan tugas pengamanan. Kombes Luthfie Sulistiawan meminta agar seluruh petugas di lapangan mengedepankan kesabaran dan tidak mudah terpancing oleh situasi. Instruksi ini didasarkan pada fakta bahwa kebanyakan dari anggota kelompok silat yang mengikuti aksi tersebut masih berusia di bawah umur. Individu yang masih di bawah umur umumnya memiliki tingkat emosi yang tidak stabil, sehingga rentan terhadap provokasi. Dengan pendekatan yang lebih sabar dan persuasif, diharapkan potensi benturan antara petugas dan massa aksi dapat dihindari, sehingga tujuan pengamanan aksi damai dapat tercapai dengan baik.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SurabayaPSHTPolrestabes SurabayaAksi DamaiTNI Polri

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Tambahan Anggaran Transfer ke Daerah untuk Ratusan PemdaCara Kadin Menyikapi Dampak Geopolitik Usai Pertemuan dengan Presiden PrabowoRincian Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kementerian PertahananPembesaran Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Status Aktivitas TerkiniTransisi Energi Terbarukan sebagai Solusi Pengembangan Akuakultur Ramah LingkunganEtika Birokrasi dan Keamanan Publik, Mengapa Sayembara Begal Dedi Mulyadi Dinilai Tidak EtisTanggapan KPK atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul WahidMenyikapi dan Memantau Keamanan Pasca-Aksi Massa Pesilat di Surabaya

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap