Bentrokan antardesa pecah di wilayah Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada Jumat (11/9) malam. Insiden yang melibatkan warga Desa Lesibata dan Desa Patahuwe tersebut mengakibatkan sekitar 27 unit rumah dibakar serta empat orang warga dilaporkan mengalami luka-luka.
Ketegangan fisik antardua kelompok desa ini bermula dari perselisihan batas dan pemanfaatan lahan. Gesekan meruncing sesaat setelah lahan milik salah satu warga di kawasan hutan Gunung Tanjung dilaporkan terbakar sekitar pukul 14.00 WIT, yang kemudian menyulut kemarahan hingga berujung pada aksi penyerangan permukiman pada malam harinya.
Guna menghentikan eskalasi konflik, aparat keamanan bergerak cepat ke lokasi kejadian. Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Dadang Hartanto bersama Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal Dody Triwinarto turun langsung memediasi kedua kelompok masyarakat yang bertikai.
Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, 4 Tewas 7 Luka

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Camat Taniwel pada Jumat malam, Kapolda Maluku berdialog bersama jajaran pemerintah daerah dan para pimpinan kedua desa. Dadang meminta para pimpinan desa atau raja setempat bersikap proaktif dalam meredakan amarah warganya serta menjalin komunikasi bersama guna memulihkan keamanan.
Selain itu, masyarakat di kedua belah pihak diimbau untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh peredaran informasi bohong atau hoaks. Kapolda juga mendorong percepatan penanganan dampak bentrok serta meminta Wakil Bupati Seram Bagian Barat menyiapkan berbagai kebutuhan logistik bagi para korban.
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pedagang Kaca di Pejompongan

Pada kesempatan yang sama, Pangdam XV/Pattimura Mayjen Dody Triwinarto menyatakan komitmen aparat untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat pembakaran rumah melalui penguatan kerja bakti dan gotong royong.
Sebagai langkah antisipasi bentrok susulan, sebanyak 29 personel kepolisian bersenjata lengkap dari Polres Seram Bagian Barat telah dikerahkan ke titik-titik rawan. Petugas bersiaga di kawasan perbatasan antardesa guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.






