Ketegangan di Selat Taiwan mendorong Taipei untuk merombak strategi pertahanan mereka secara radikal. Pemerintah Taiwan saat ini tengah mempercepat pembangunan armada drone udara serta kapal tanpa awak guna mengantisipasi potensi invasi dari China. Langkah taktis ini dirancang untuk menciptakan medan tempur yang sangat menyulitkan bagi pasukan penyerbu. Pihak militer Amerika Serikat menyebut konsep medan perang yang dipenuhi armada nirawak ini sebagai "hellscape" atau neraka bagi pasukan penyerang.
Upaya pertahanan berbasis teknologi nirawak ini tidak muncul begitu saja secara instan, melainkan melalui proses adaptasi yang terus dievaluasi. Direktur Jenderal Perencanaan Strategis Kementerian Pertahanan Taiwan, Letnan Jenderal Huang Wen-chi, mengakui bahwa langkah Taiwan dalam mengembangkan drone dan sistem penangkalnya sebenarnya dimulai agak terlambat. Pada masa-masa awal, militer Taiwan harus melakukan uji coba sambil berjalan untuk menemukan formula yang tepat. Kini, kemampuan drone dan teknologi penangkalnya telah sepenuhnya diintegrasikan ke dalam latihan Han Kuang, sebuah latihan militer tahunan yang berlangsung selama 10 hari.








