berputar.id
BerandaNewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Nasional

Strategi Militer Taiwan Membangun Neraka Drone untuk Menghadapi Potensi Invasi

Sri NugrohoDiterbitkan 10 Agu 2026 - 07.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Militer Taiwan Membangun Neraka Drone untuk Menghadapi Potensi Invasi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ketegangan di Selat Taiwan mendorong Taipei untuk merombak strategi pertahanan mereka secara radikal. Pemerintah Taiwan saat ini tengah mempercepat pembangunan armada drone udara serta kapal tanpa awak guna mengantisipasi potensi invasi dari China. Langkah taktis ini dirancang untuk menciptakan medan tempur yang sangat menyulitkan bagi pasukan penyerbu. Pihak militer Amerika Serikat menyebut konsep medan perang yang dipenuhi armada nirawak ini sebagai "hellscape" atau neraka bagi pasukan penyerang.

Upaya pertahanan berbasis teknologi nirawak ini tidak muncul begitu saja secara instan, melainkan melalui proses adaptasi yang terus dievaluasi. Direktur Jenderal Perencanaan Strategis Kementerian Pertahanan Taiwan, Letnan Jenderal Huang Wen-chi, mengakui bahwa langkah Taiwan dalam mengembangkan drone dan sistem penangkalnya sebenarnya dimulai agak terlambat. Pada masa-masa awal, militer Taiwan harus melakukan uji coba sambil berjalan untuk menemukan formula yang tepat. Kini, kemampuan drone dan teknologi penangkalnya telah sepenuhnya diintegrasikan ke dalam latihan Han Kuang, sebuah latihan militer tahunan yang berlangsung selama 10 hari.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumBeritaEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Dari sisi pendanaan, rencana besar ini memicu perdebatan anggaran yang cukup signifikan di parlemen. Pemerintah Taiwan telah mengusulkan anggaran sekitar US$6,5 miliard atau setara Rp115,7 triliun dengan jangka waktu pengadaan selama lima tahun. Di sisi lain, kelompok oposisi politik mengusulkan alokasi anggaran yang bahkan lebih besar, yakni mencapai US$7,4 miliar atau sekitar Rp131,7 triliun untuk jangka waktu enam tahun. Di tengah pembahasan politik tersebut, industri drone Taiwan menunjukkan geliat yang sangat pesat. Pada kuartal pertama tahun 2026, nilai ekspor drone Taiwan tercatat mencapai US$115 juta atau sekitar Rp2,05 triliun, angka yang berhasil melampaui total ekspor drone sepanjang tahun 2025.

Bagaimana sebenarnya detail rencana ini dan apa saja tantangan yang dihadapi di lapangan? Berikut adalah beberapa pertanyaan penting yang merangkum perkembangan proyek pertahanan udara dan laut nirawak Taiwan.

Apa target utama dari pengadaan armada nirawak Taiwan?

Baca Juga

Menanti Hasil Penyelidikan Resmi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep

Menanti Hasil Penyelidikan Resmi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep

Pemerintah Taiwan memiliki target ambisius untuk mengamankan lebih dari 210.000 drone udara dan laut. Seluruh armada nirawak ini dipersiapkan untuk dikerahkan dalam berbagai tahapan konflik guna menahan laju pasukan musuh di wilayah perairan maupun udara. Rencana ini menjadi pilar utama dalam membangun pertahanan asimetris untuk menghadapi kekuatan militer lawan yang jauh lebih besar.

Bagaimana kesiapan industri domestik Taiwan dalam memenuhi kebutuhan tersebut?

Ketua Asosiasi Industri Drone Nasional Taiwan, Max Lo, menjelaskan bahwa Taiwan menargetkan kapasitas produksi massal hingga mencapai 100.000 unit drone per bulan pada tahun 2030. Rencananya, sekitar setengah dari total hasil produksi tersebut akan dialokasikan untuk pasar ekspor, sedangkan sisa produksinya akan memperkuat pertahanan domestik. Lonjakan nilai ekspor pada kuartal pertama tahun 2026 menjadi indikator awal bahwa kapasitas produksi industri dalam negeri mereka sedang mengalami akselerasi yang signifikan.

Apa saja tantangan dan keterbatasan yang dihadapi Taiwan dalam program ini?

Baca Juga

Aturan Busana Karnaval Kemerdekaan, Mengapa MUI Melarang Pria Berpakaian Wanita?

Aturan Busana Karnaval Kemerdekaan, Mengapa MUI Melarang Pria Berpakaian Wanita?

Meskipun targetnya sangat besar, program ini tidak terlepas dari keterbatasan materiil dan ketidakpastian taktis. Letnan Jenderal Huang Wen-chi sendiri mengakui adanya keterlambatan awal dan fase uji coba yang bersifat trial and error. Selain itu, keunggulan teknologi ini tidak berjalan satu arah. Beijing juga secara aktif mengembangkan pesawat dan kapal tanpa awak versi mereka sendiri, lengkap dengan teknologi khusus untuk mendeteksi serta menghancurkan drone lawan. Dinamika ini membuat efektivitas "neraka drone" di lapangan masih menjadi subjek analisis mendalam oleh para pengamat militer, termasuk Mick Ryan, pensiunan mayor jenderal Australia yang kini menjadi peneliti senior di Lowy Institute.

Mengapa latihan militer Han Kuang menjadi sangat penting dalam strategi ini?

Latihan militer Han Kuang yang berlangsung selama 10 hari setiap tahunnya berfungsi sebagai laboratorium langsung bagi militer Taiwan. Melalui latihan berkala ini, integrasi antara unit tempur konvensional dengan sistem drone udara serta laut diuji secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan bahwa keterlambatan pengembangan di masa lalu dapat dikejar melalui taktik operasional yang matang dan terkoordinasi dengan baik saat konflik sesungguhnya terjadi.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ChinaMiliter

Berita Terbaru Lainnya

Menanti Hasil Penyelidikan Resmi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan SumenepAturan Busana Karnaval Kemerdekaan, Mengapa MUI Melarang Pria Berpakaian Wanita?Wall Street Catat Rekor Baru, Indeks S&P 500 Melonjak 3,58 Persen dalam SepekanHarga Minyak Dunia Menguat di Tengah Kebuntuan Negosiasi Selat HormuzSpesifikasi Baru Mazda Genuine Oil untuk Mesin Skyactiv di IndonesiaGudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir Drone, Inventaris Rp89 Triliun LenyapPSSI Resmi Tunjuk Patrick Kluivert Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia Gantikan Shin Tae-yongTimnas Indonesia Melaju ke Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026