Ketidakpastian ekonomi global diproyeksikan masih akan terus berlanjut dan berada pada tingkat yang tinggi. Hal ini terjadi meskipun bank sentral Amerika Serikat, The Fed, telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level saat ini. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyoroti bahwa sikap The Fed yang masih cenderung hawkish membuat dunia berpotensi menghadapi periode suku bunga tinggi yang berlangsung lebih lama, atau yang sering dikenal dengan istilah higher for longer. Kondisi perekonomian global tersebut dinilai menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, karena secara langsung berpotensi memengaruhi berbagai indikator ekonomi penting mulai dari arus modal, nilai tukar mata uang, hingga stabilitas pasar keuangan domestik secara keseluruhan.








