berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Strategi Bank Indonesia Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Bawah Kepemimpinan Destry Damayanti

Ance RundenganDiterbitkan 31 Jul 2026 - 11.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Bank Indonesia Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Bawah Kepemimpinan Destry Damayanti
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Ketidakpastian ekonomi global diproyeksikan masih akan terus berlanjut dan berada pada tingkat yang tinggi. Hal ini terjadi meskipun bank sentral Amerika Serikat, The Fed, telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level saat ini. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyoroti bahwa sikap The Fed yang masih cenderung hawkish membuat dunia berpotensi menghadapi periode suku bunga tinggi yang berlangsung lebih lama, atau yang sering dikenal dengan istilah higher for longer. Kondisi perekonomian global tersebut dinilai menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, karena secara langsung berpotensi memengaruhi berbagai indikator ekonomi penting mulai dari arus modal, nilai tukar mata uang, hingga stabilitas pasar keuangan domestik secara keseluruhan.

Pemaparan mengenai arah dan strategi Bank Indonesia tersebut disampaikan secara langsung oleh Destry Damayanti dalam sambutannya yang dilakukan secara daring pada acara Media Editors Gathering. Acara tersebut diselenggarakan di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Dalam kesempatan yang sama, publik juga diingatkan kembali mengenai transisi kepemimpinan di tubuh bank sentral. Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, kini resmi menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur. Penunjukan ini dilakukan setelah Gubernur Bank Indonesia sebelumnya, Perry Warjiyo, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Destry akan terus mengemban amanah sebagai pemimpin sementara hingga seluruh proses penunjukan gubernur definitif Bank Indonesia selesai dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ia juga memastikan bahwa tidak akan ada perubahan arah kebijakan bank sentral pada masa transisi ini.

Baca Juga

Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Bahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan

Sebagai langkah konkret untuk menghadapi tingginya ketidakpastian global dan menjaga ketahanan ekonomi nasional, Bank Indonesia telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen. Kebijakan moneter tersebut diambil dengan tujuan utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan laju inflasi tetap terkendali. Menurut Destry, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah menyeimbangkan upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi. Bank Indonesia mencatat bahwa meskipun inflasi inti dinilai masih berada pada level yang sangat terkendali, inflasi di sektor pangan masih memerlukan perhatian khusus karena tercatat masih berada di atas level 5 persen.

Untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik, Bank Indonesia terus berupaya mengoptimalkan berbagai instrumen moneter yang tersedia. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah melalui penyesuaian imbal hasil berbagai instrumen investasi, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Strategi penyesuaian imbal hasil ini dinilai telah berhasil mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik secara signifikan. Destry mengungkapkan bahwa hingga awal pekan ini, aliran modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan SRBI telah mencapai angka sekitar 10 miliar dolar AS. Masuknya arus modal dalam jumlah besar tersebut diyakini mampu memperkuat posisi cadangan devisa nasional sekaligus memberikan dukungan yang solid bagi stabilitas pasar keuangan domestik di tengah gejolak eksternal.

Baca Juga

Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Di samping penyesuaian instrumen moneter, Bank Indonesia juga tetap konsisten menjalankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Insentif likuiditas terus diberikan kepada pihak perbankan yang secara aktif menyalurkan kredit pembiayaan ke berbagai sektor prioritas. Salah satu sektor prioritas yang terus didorong perkembangannya adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lebih lanjut, BI saat ini juga tengah menyiapkan sebuah kebijakan makroprudensial baru yang secara khusus dirancang untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan. Melalui kebijakan baru tersebut, pihak perbankan diharapkan dapat lebih banyak menyalurkan kredit secara langsung ke sektor riil, dibandingkan hanya menempatkan dana mereka pada instrumen surat berharga. "Kami akan tetap fokus menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Seluruh instrumen yang dimiliki Bank Indonesia akan kami optimalkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi," tegas Destry dalam pernyataannya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaSuku BungaDestry DamayantiBI RateSRBIInflasi

Berita Terbaru Lainnya

Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, 4 Tewas 7 LukaPolisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pedagang Kaca di PejomponganJalan Alternatif Langkat-Karo Longsor, Kendaraan Bergantian MelintasGempa M6,5 di Dekat Kepulauan Seribu, Dipastikan Tak Berpotensi TsunamiTanggap Darurat Gempa Sikka Selesai, 3.370 Warga Masih MengungsiDua Pria Ditangkap Bawa 5,2 Kg Sabu Senilai Rp 5,24 MBahlil Sebut Perusahaan Asal Rusia Rusal Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di KalimantanBentrok Dua Desa di Maluku, 27 Rumah Dibakar, 4 Warga Luka

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

Budaya

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap