Pemerintah Indonesia menjalankan sejumlah instrumen strategis untuk menjaga permintaan pasar hunian dan memperkuat ekosistem properti nasional. Ragam instrumen kebijakan tersebut mencakup insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, hingga pelonggaran rasio pembiayaan melalui kebijakan loan to value (LTV) hingga 100 persen.
Kebijakan LTV hingga 100 persen untuk penyaluran kredit dan pembiayaan properti ini telah resmi diperpanjang hingga 31 Desember 2026. Keberadaan relaksasi pembiayaan ini ditujukan untuk mempermudah akses kepemilikan hunian bagi masyarakat sekaligus menjaga perputaran modal pada pasar properti.
Kontribusi Industri Real Estat dan Konstruksi bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sektor properti memiliki kedudukan vital dalam perekonomian karena aktivitas pembangunannya terhubung langsung dengan sekitar 183 subsektor industri pendukung. Keterkaitan rantai pasok ini meliputi industri manufaktur bahan bangunan seperti semen, baja, keramik, dan kaca, hingga sektor jasa keuangan perbankan dan lembaga pembiayaan perumahan.
Secara akumulatif, sektor real estat dan konstruksi menyumbang sekitar 9 persen hingga 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai ekonomi bruto, operasional ekosistem industri properti ini juga mampu menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai penjuru wilayah Indonesia.
Keputusan Suku Bunga Acuan BI Rate Bank Indonesia dan Dampaknya ke Kredit Perbankan

Dinamika Permintaan Hunian Generasi Muda dan Hasil The People's Choice 2026
Di tengah pemanfaatan stimulus pembiayaan tersebut, Generasi Z dan kelompok milenial tercatat menjadi segmen konsumen yang paling aktif dalam mencari hunian di Indonesia saat ini. Preferensi dan kebutuhan kelompok pembeli utama ini secara langsung mendorong standar baru bagi para pengembang perumahan serta penyedia layanan pendukung.
Pola preferensi konsumen terhadap kualitas hunian tercermin dalam pemungutan suara The People's Choice 2026 yang diselenggarakan oleh Rumah123 bersama Indonesia Property Watch (IPW). Ajang pemilihan ini melibatkan sebanyak 111.000 konsumen dengan akumulasi mencapai sekitar 427.000 suara untuk berbagai kategori, meliputi proyek perumahan, desain hunian, material bangunan, perangkat rumah tangga, hingga infrastruktur pendukung. Berdasarkan total suara yang masuk, masing-masing peserta rata-rata memberikan suara pada tiga hingga empat kategori penilaian.
Dari hasil pemungutan suara konsumen tersebut, sebanyak 55 penghargaan diserahkan kepada pelaku industri yang terbagi dalam delapan kategori utama serta beberapa kategori khusus. Ciputra Group meraih penghargaan sebagai Developer of The Year, sedangkan Grand Wisata dinobatkan sebagai Project of The Year. Di sektor layanan pembiayaan perumahan berbasis digital, bal茅 by BTN berhasil memperoleh predikat Best Digital Mortgage Super Apps.
Masyarakat Bisa Cek Skor Kredit SLIK OJK Mandiri secara Online Tanpa Biaya

Evaluasi Konsumen dan Standar Persaingan Pasar Properti di Indonesia
CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menjelaskan bahwa hasil pemungutan suara memperlihatkan konsumen kini tidak lagi semata-mata menjadikan popularitas merek sebagai pertimbangan utama saat memilih produk properti.
Sejalan dengan hal tersebut, Senior Commercial Advisor Rumah123 Maria Herawati Manik mengemukakan bahwa tingginya partisipasi dalam pemungutan suara menjadi bukti bahwa konsumen semakin proaktif dalam memberikan evaluasi terhadap merek-merek di pasar properti.
CEO 99 Group Darius Cheung turut menilai bahwa meningkatnya keterlibatan konsumen menegaskan standar persaingan di industri properti saat ini semakin banyak ditentukan oleh pengalaman nyata serta penilaian langsung dari pengguna akhir.






