berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Skandal Publikasi SSRN yang Menyeret Nama Prabowo dan Temuan Awal Kemdikti Saintek

Ance RundenganDiterbitkan 7 Agu 2026 - 04.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Skandal Publikasi SSRN yang Menyeret Nama Prabowo dan Temuan Awal Kemdikti Saintek
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Dunia akademik Indonesia baru-baru ini diguncang oleh kontroversi publikasi ilmiah di platform Social Science Research Network (SSRN) yang mencatut nama Presiden Prabowo Subianto. Tulisan ilmiah tersebut mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bisa meraih Penghargaan Nobel Perdamaian 2026. Menanggapi kehebohan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) bergerak cepat dengan membuka temuan awal dari proses investigasi yang tengah berjalan.

Untuk memberikan kejelasan bagi publik mengenai duduk perkara kasus ini, berikut adalah kumpulan informasi penting dalam bentuk tanya jawab terkait skandal publikasi tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Apa sebenarnya yang memicu kontroversi publikasi ilmiah di SSRN ini?

Kegaduhan bermula ketika sebuah makalah ilmiah diunggah ke platform Social Science Research Network (SSRN). Di dalam dokumen tersebut, penulis mengusulkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program unggulan pemerintah, dapat meraih Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2026. Hal yang kemudian memicu polemik besar adalah pencantuman nama Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh lain sebagai penulis naskah tersebut tanpa adanya konfirmasi yang jelas. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan akademisi dan masyarakat umum mengenai keabsahan dokumen tersebut.

Siapa penulis utama di balik naskah ilmiah tersebut?

Baca Juga

Detail Kepraktisan dan Ruang Kabin Wuling Aira ev

Detail Kepraktisan dan Ruang Kabin Wuling Aira ev

Berdasarkan penelusuran awal dari pihak kementerian, penulis utama dari makalah ilmiah yang kontroversial ini memiliki inisial DD. Kementerian mengungkapkan bahwa DD belum menyandang jabatan akademik sebagai Guru Besar atau Profesor. Selain itu, DD juga tidak terdaftar atau terafiliasi sebagai dosen aktif di perguruan tinggi mana pun. Diketahui pula bahwa DD baru saja menyelesaikan dan menjalani sidang promosi doktor beberapa waktu yang lalu. Terhadap kegaduhan yang terjadi, DD dilaporkan telah membuat pernyataan resmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut.

Bagaimana nama Presiden Prabowo Subianto dan tokoh lainnya bisa tercantum dalam paper?

Sistem unggah dokumen di platform SSRN memungkinkan pengirim naskah memasukkan informasi penulis secara mandiri. Hal ini berarti pencantuman nama seseorang di dalam naskah yang ada di SSRN tidak otomatis menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan mengetahui atau menyetujui tindakan tersebut. Pihak pengirim atau pengunggah naskah memiliki kendali penuh atas nama-nama yang mereka masukkan saat proses submit. Dalam kasus ini, beberapa nama tokoh yang tercantum di dalam paper tersebut telah memberikan klarifikasi bahwa mereka sama sekali tidak pernah mengetahui dan tidak pernah memberikan persetujuan untuk dimasukkan sebagai penulis pendamping.

Apakah publikasi di SSRN ini membuktikan adanya pengakuan dari Komite Nobel?

Sama sekali tidak. SSRN hanyalah sebuah repositori atau platform publikasi preprint yang biasa digunakan oleh para peneliti untuk membagikan draf naskah ilmiah mereka sebelum dipublikasikan secara resmi. Platform ini bukanlah lembaga resmi yang memiliki kewenangan atau hubungan apa pun dengan proses penilaian Penghargaan Nobel. Keberadaan sebuah draf makalah di platform SSRN tidak dapat diartikan bahwa isi, usulan, maupun klaim di dalamnya telah diverifikasi atau diakui oleh Komite Nobel. Perlu diketahui pula bahwa Komite Nobel memiliki aturan ketat di mana identitas para nominator serta usulan nominasi yang masuk akan dijaga kerahasiaannya selama 50 tahun ke depan.

Baca Juga

Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor Selatan

Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor Selatan

Bagaimana langkah penyelidikan yang diambil oleh pemerintah?

Merespons polemik yang berkembang di tengah masyarakat, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, telah membentuk tim investigasi khusus pada Selasa, 4 Agustus 2026. Tim ini ditugaskan untuk menelusuri secara mendalam motif, kronologi, serta potensi pelanggaran etika dalam kasus ini. Melalui siaran pers resmi yang dikeluarkan pada Kamis, 6 Agustus 2026, Kemendikti Saintek menegaskan bahwa proses investigasi oleh tim khusus tersebut saat ini masih terus berlangsung guna mengumpulkan bukti-bukti yang komprehensif.

Sanksi apa yang mungkin dijatuhkan jika terbukti ada pelanggaran?

Kemdikti Saintek menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas akademik nasional. Apabila dalam hasil akhir investigasi nanti ditemukan adanya pelanggaran etika akademik maupun ketentuan perundang-undangan lain yang berlaku, kementerian tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas. Langkah penindakan tersebut akan disesuaikan dengan kewenangan hukum serta peraturan yang berlaku di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan menjaga nama baik dunia pendidikan tinggi di tanah air dari tindakan pencatutan nama tanpa izin.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoNobel PerdamaianKemdikti SaintekSSRNProgram Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru Lainnya

Detail Kepraktisan dan Ruang Kabin Wuling Aira evSatgas PASTI OJK Tutup 1.220 Entitas Keuangan Ilegal Sepanjang Januari Hingga Juli 2026Program Reward Studi Banding PNM Dorong Kapasitas Usaha Perempuan Ultra MikroPembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor SelatanBank Jago Siapkan Layanan Emas Digital untuk Lengkapi Pilihan Investasi NasabahPerluasan Akses Pasar untuk Perkuat Investasi Industri Protein NasionalPutusan Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Langsung oleh RakyatSummer Food Market Gandaria City Dorong UMKM Kuliner Perluas Jangkauan Pasar

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap