Dunia akademik Indonesia baru-baru ini diguncang oleh kontroversi publikasi ilmiah di platform Social Science Research Network (SSRN) yang mencatut nama Presiden Prabowo Subianto. Tulisan ilmiah tersebut mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bisa meraih Penghargaan Nobel Perdamaian 2026. Menanggapi kehebohan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) bergerak cepat dengan membuka temuan awal dari proses investigasi yang tengah berjalan.
Untuk memberikan kejelasan bagi publik mengenai duduk perkara kasus ini, berikut adalah kumpulan informasi penting dalam bentuk tanya jawab terkait skandal publikasi tersebut.








