berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Perluasan Akses Pasar untuk Perkuat Investasi Industri Protein Nasional

Usat BalangDiterbitkan 7 Agu 2026 - 08.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perluasan Akses Pasar untuk Perkuat Investasi Industri Protein Nasional
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah dan pelaku industri pangan di Indonesia saat ini terus berupaya menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Jakarta, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, memberikan pemaparan penting mengenai arah kebijakan pembangunan sektor pangan. Panggah menegaskan bahwa perluasan akses pasar merupakan salah satu langkah paling krusial untuk memperkuat iklim investasi di sektor protein nasional. Tanpa adanya jaminan pasar yang lebih luas, para investor tentu akan berpikir ulang untuk menanamkan modal mereka dalam pengembangan industri ini secara berkelanjutan.

Kehadiran investasi baru dipandang bukan sekadar sebagai tambahan modal finansial semata, melainkan sebagai mesin penggerak utama bagi modernisasi sektor pangan. Panggah menjelaskan bahwa masuknya investasi sangat diperlukan untuk mempercepat adopsi teknologi mutakhir, meningkatkan efisiensi proses produksi dari hulu ke hilir, serta memperkuat kapasitas industri secara keseluruhan. Langkah-langkah ini menjadi kunci utama agar kapasitas produksi nasional mampu mengimbangi tingkat kebutuhan konsumsi protein masyarakat yang terus menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Sebagai rujukan konkret, Panggah menunjuk transformasi yang telah berlangsung pada industri ayam nasional sebagai model pengembangan yang ideal bagi subsektor protein lainnya. Saat ini, industri ayam di tanah air sebagian besar digerakkan oleh dua perusahaan berskala besar yang menerapkan pola investasi padat modal serta teknologi tinggi. Menariknya, sistem ini tidak mematikan usaha rakyat karena didukung oleh pola kemitraan yang terstruktur. Melalui pola kemitraan tersebut, para peternak rakyat mendapatkan akses langsung untuk memperoleh bibit unggul, adopsi teknologi pemeliharaan modern, dukungan pembiayaan yang memadai, hingga jaminan kepastian pasar untuk menyerap hasil panen mereka. Panggah meyakini bahwa pendekatan kemitraan serupa memiliki potensi besar untuk diterapkan pada subsektor lain, seperti peternakan sapi, kambing, industri perikanan, maupun sumber protein lainnya yang ada di Indonesia.

Baca Juga

Detail Kepraktisan dan Ruang Kabin Wuling Aira ev

Detail Kepraktisan dan Ruang Kabin Wuling Aira ev

Selain mengoptimalkan potensi pelaku usaha domestik, kerja sama dengan pelaku industri global juga menjadi peluang strategis yang patut dijajaki. Salah satu mekanisme yang diusulkan adalah pembentukan perusahaan patungan atau joint venture dengan perusahaan protein berskala global. Melalui model kolaborasi ini, Indonesia tidak hanya bertindak sebagai pasar atau penonton pasif, melainkan dapat memiliki porsi kepemilikan saham (equity stake) yang jelas. Lebih dari itu, keterwakilan perwakilan Indonesia di dalam jajaran direksi (board seat) akan memberikan posisi tawar yang kuat dalam pengambilan keputusan strategis serta mempermudah proses transfer teknologi ke dalam negeri.

Sementara itu, tantangan struktural di dalam negeri juga disoroti dalam kajian terbaru yang dirilis oleh Prasasti Center for Policy Studies. Lembaga kajian kebijakan tersebut menekankan bahwa pengembangan sektor protein nasional tidak lagi dapat dilakukan secara terpisah atau terkotak-kotak berdasarkan komoditas individual. Menurut kajian tersebut, pembangunan ekosistem protein yang tangguh harus mampu menghubungkan dan mengintegrasikan seluruh rantai nilai industri secara utuh. Rantai nilai ini dimulai dari penyediaan bibit dan benih berkualitas, pemenuhan kebutuhan pakan, pengawasan kesehatan hewan, penyediaan skema pembiayaan, proses produksi di lapangan, pengolahan hasil pascapanen, manajemen logistik, sistem distribusi, hingga terbukanya akses pasar yang luas bagi konsumen akhir.

Baca Juga

Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor Selatan

Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor Selatan

Prasasti Center for Policy Studies menilai bahwa Indonesia sebenarnya memiliki modal dasar yang sangat besar untuk membangun industri protein yang kompetitif di kancah internasional. Kekuatan utama tersebut terletak pada pangsa pasar domestik yang sangat luas serta keberagaman sumber protein yang melimpah, baik dari darat maupun laut. Namun, potensi besar ini belum tergarap maksimal karena berbagai subsektor protein di Indonesia saat ini masih berkembang secara terpisah satu sama lain. Akibat dari ego sektoral atau kurangnya koordinasi ini adalah investasi, pembangunan infrastruktur, penerapan teknologi, hingga sistem logistik nasional belum terintegrasi secara optimal untuk mendukung efisiensi biaya operasional.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Prasasti Center for Policy Studies menggarisbawahi pentingnya merumuskan strategi pengembangan yang disesuaikan dengan karakteristik unik dari masing-masing wilayah di Indonesia. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan potensi daerah yang sangat beragam, pendekatan kebijakan yang bersifat seragam tentu tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Implementasi dari strategi terintegrasi yang berbasis wilayah ini memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat peternak agar ketahanan pangan berbasis protein di Indonesia dapat terwujud secara mandiri dan berkelanjutan di masa depan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiIndustri ProteinSektor Pangan

Berita Terbaru Lainnya

Detail Kepraktisan dan Ruang Kabin Wuling Aira evSatgas PASTI OJK Tutup 1.220 Entitas Keuangan Ilegal Sepanjang Januari Hingga Juli 2026Program Reward Studi Banding PNM Dorong Kapasitas Usaha Perempuan Ultra MikroPembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai untuk Mengatasi Kemacetan Bogor SelatanBank Jago Siapkan Layanan Emas Digital untuk Lengkapi Pilihan Investasi NasabahPutusan Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Langsung oleh RakyatSummer Food Market Gandaria City Dorong UMKM Kuliner Perluas Jangkauan PasarMengapa Istilah RUU Perampasan Aset Perlu Dikaji Ulang Menurut Pakar Hukum?

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap