Aktivitas kegempaan di Gunung Anak Krakatau masih terus terpantau. Selama kurun waktu hampir dua jam pada Senin (7/9/2026) siang, pos pengamatan merekam sebanyak sembilan kali gempa vulkanik dalam di area gunung api aktif tersebut.
Berdasarkan data pemantauan periode pukul 12.00 hingga 14.42 WIB, tercatat tidak hanya sembilan gempa vulkanik dalam, melainkan juga tujuh kali gempa vulkanik dangkal dan tujuh kali gempa hybrid. Keberadaan gempa vulkanik dalam menunjukkan adanya pasokan magma ke arah dapur magma yang masih berlangsung, kendati intensitasnya sudah berkurang dibandingkan kondisi dua hari sebelumnya.
IndexPolitica, Kinerja Mentan Amran Raih Skor 91, Tertinggi di Kabinet

Secara umum, tren aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini tengah melandai. Letusan terakhir dilaporkan terjadi pada Minggu (6/9) sekitar pukul 20.23 WIB dengan skala yang relatif lebih kecil. Karakteristik erupsi terkini berupa letusan menerus berdaya rendah, berbeda dengan fase sebelumnya yang sempat mengeluarkan semburan lava pijar (lava fountain) secara terus-menerus.
Mengenai dampak abu vulkanik yang jatuh di sejumlah titik, sebarannya terpantau tidak merata akibat variasi arah dan kecepatan angin di tiap tingkatan lapisan atmosfer.
Amran soal Beras RI Kalah Murah dari Vietnam, Subsidi Kecil Banget

Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker guna mengantisipasi paparan abu vulkanik. Material abu yang sangat halus memiliki sifat tajam menyerupai pecahan kaca sehingga berisiko bagi pernapasan dan mata. Selain itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius bahaya tiga kilometer dari pusat Gunung Anak Krakatau.






