Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencatatkan skor kinerja tertinggi di antara jajaran menteri Kabinet Merah Putih dalam evaluasi Government Performance Assessment yang dirilis IndexPolitica Indonesia. Berdasarkan hasil riset tersebut, Amran menempati peringkat pertama dari sepuluh menteri berkinerja terbaik dengan capaian skor 91.
Di bawah Amran, posisi kedua ditempati oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang meraih skor 89. Urutan berikutnya diisi oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan skor 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dengan skor 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan raihan skor 85.
Metodologi dan Bobot Penilaian Kinerja
Lembaga riset politik dan kebijakan publik IndexPolitica Indonesia menyusun evaluasi ini menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation melalui metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). Founder sekaligus peneliti senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menjelaskan bahwa evaluasi ini secara tegas memisahkan aspek kinerja dari popularitas pejabat publik.
Misbakhun Blak-blakan Manfaat Hilirisasi Sumber Daya Alam RI

"Yang kami ukur adalah kinerja, bukan popularitas. Menteri yang sering diberitakan belum tentu menteri dengan kinerja terbaik," tutur Denny. Ia juga menegaskan bahwa popularitas adalah persepsi, sedangkan kinerja merupakan realisasi atau delivery, sehingga kedua hal tersebut tidak dicampur ke dalam satu indikator.
Penilaian kementerian diukur melalui enam dimensi dengan total bobot 100 persen. Aspek Policy Outcome menjadi komponen dengan bobot terbesar, yakni 25 persen, karena mengukur dampak substantif dan perubahan nyata yang timbul akibat kebijakan pemerintah. Lima dimensi lainnya mencakup Policy Output (20 persen), Implementation Effectiveness (20 persen), Public and Economic Impact (15 persen), Policy Innovation (10 persen), dan Intergovernmental Coordination (10 persen).
Prabowo Perintahkan Himbara Jemput Bola Buatkan Rekening untuk Semua Warga

Pada sektor pertanian, IndexPolitica meninjau sejumlah indikator utama yang mencakup produksi pangan, ketersediaan stok, dan tingkat produktivitas. Capaian skor Kementerian Pertanian didukung oleh pelaksanaan program kerja teknis, seperti penguatan jaringan irigasi dan sistem pompanisasi, penyediaan benih, alokasi pupuk, modernisasi lewat mekanisasi pertanian, serta langkah percepatan tanam untuk mendorong produktivitas secara menyeluruh.






