berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di Semester I 2026 Meski Segmen SKT Menurun

Ance RundenganDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di Semester I 2026 Meski Segmen SKT Menurun
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri hasil tembakau di Indonesia sepanjang semester I 2026. Kinerja impresif ini ditunjukkan melalui pencatatan penjualan bersih perusahaan yang mencapai angka Rp56,5 triliun. Dari total capaian penjualan bersih tersebut, perseroan sukses membukukan laba bersih senilai Rp4,2 triliun. Pencapaian finansial yang solid ini sekaligus memperkuat posisi dominan Sampoerna dengan penguasaan pangsa pasar atau market share sebesar 29,6 persen di pasar domestik pada paruh pertama tahun ini.

Meskipun memegang kendali sebagai pemimpin pasar, Sampoerna tetap menghadapi tantangan bisnis yang cukup berat pada periode ini. Volume penjualan Sampoerna secara keseluruhan tercatat mengalami penurunan sebesar 1,3 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Penurunan volume penjualan ini utamanya dipicu oleh adanya pergeseran pola konsumsi di masyarakat. Konsumen kini cenderung beralih ke produk-produk hasil tembakau yang berharga lebih murah, sebuah fenomena yang dikenal luas dengan istilah downtrading. Kondisi pasar ini semakin diperberat oleh masih maraknya peredaran rokok ilegal di berbagai wilayah, yang secara langsung menggerus potensi penjualan produk legal perusahaan.

Tekanan paling besar dalam operasional perusahaan dirasakan secara langsung pada segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT). Penjualan pada segmen SKT ini dilaporkan anjlok hingga 13 persen apabila dibandingkan dengan kinerja pada semester pertama tahun lalu. Padahal, segmen ini dinilai memiliki arti yang sangat strategis bagi perekonomian nasional. Hal ini dikarenakan karakteristik operasional industri SKT yang bersifat padat karya dan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas ekonomi lokal di berbagai daerah di Indonesia. SKT mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja, yang mana mayoritas dari pekerja tersebut merupakan perempuan yang sekaligus menjadi tulang punggung bagi keluarga mereka masing-masing.

Baca Juga

Lima Tahun Holding UMi, BRI Catat 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Lima Tahun Holding UMi, BRI Catat 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Dampak besar dari segmen SKT terhadap perekonomian juga telah dibuktikan secara empiris melalui riset akademis. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Airlangga pada tahun 2022, segmen SKT terbukti memiliki dampak ekonomi berganda atau economic multiplier effect yang sangat signifikan, yakni hingga mencapai 3,8 kali lipat. Ini berarti bahwa setiap Rp1.000 aktivitas ekonomi yang dihasilkan oleh sebuah pabrik SKT berpotensi memicu perputaran ekonomi hingga sekitar Rp3.800 bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. Merespons kontribusi besar tersebut, Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi, menegaskan bahwa segmen SKT tetap menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis perusahaan yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.

Secara keseluruhan, dampak positif dari operasional Sampoerna tidak hanya terbatas pada segmen SKT saja. Kegiatan usaha Sampoerna secara menyeluruh diperkirakan telah menciptakan sekitar 90.000 lapangan kerja di wilayah Indonesia. Selain itu, perusahaan juga aktif memberdayakan sektor pertanian lokal sebagai bagian dari rantai pasok. Sampoerna menjalin kemitraan yang kuat dengan 22.500 petani tembakau dan cengkih. Kemitraan strategis ini dilakukan melalui berbagai mitra pemasok yang bekerja sama langsung dengan para petani di lapangan, memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Baca Juga

China Mendadak Bangun 'Hong Kong' Baru di Dekat RI Bernilai Rp2.000 T

China Mendadak Bangun 'Hong Kong' Baru di Dekat RI Bernilai Rp2.000 T

Di tengah tantangan penurunan volume dan fenomena downtrading, Sampoerna memberikan apresiasi terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Perusahaan secara khusus mengapresiasi keputusan pemerintah yang tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada tahun 2026 ini. Kebijakan ini dinilai sangat membantu industri hasil tembakau untuk bertahan menghadapi dinamika pasar dan tekanan dari peredaran rokok ilegal. Ke depannya, Sampoerna menargetkan penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat melalui tiga pilar utama. Ketiga pilar strategis tersebut mencakup inovasi berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi yang berkesinambungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kinerja KeuanganEkonomi IndonesiaPT HM Sampoerna Tbk.Industri TembakauHMSPSigaret Kretek Tangan

Berita Terbaru Lainnya

Digelar Sebulan Penuh, Peringatan 14 Tahun UU Keistimewaan DIY Resmi DitutupMV Haida Bawa 49 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 ke Banjarmasin15 Armada SAR Dikerahkan Cari 130 Korban KM Virgo Transport 8 di Laut JawaPolda Kalsel Buka Layanan Identifikasi Korban Kapal Virgo Transport 8Lima Tahun Holding UMi, BRI Catat 2,3 Juta Debitur Naik KelasDi KTT BRICS, Prabowo Paparkan Potensi Mineral dan Ketahanan Iklim RISering Hitung Data Keuangan di Excel? Yuk Kuasai Rumus yang TepatTim SAR Perluas Area Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap