berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Rupiah Menguat ke Level Rp17.913 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi

Yolanda RumbayanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 14.51 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Menguat ke Level Rp17.913 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Apakah Anda berencana melakukan transaksi valuta asing, mengirim uang ke luar negeri, atau sekadar memantau kondisi perekonomian nasional hari ini? Pergerakan nilai tukar mata uang selalu menjadi informasi penting yang memengaruhi berbagai keputusan finansial masyarakat. Pada perdagangan hari Kamis pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp17.913 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan penguatan yang cukup berarti bagi mata uang Garuda di awal hari.

Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini tercatat sebesar 20 poin atau sekitar 0,11 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Bagi para pelaku usaha, importir, maupun masyarakat umum yang memantau pergerakan mata uang, awal yang positif ini memberikan sentimen yang relatif stabil. Menurut proyeksi dari analis pasar uang, pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak dinamis namun tetap berada dalam rentang yang terjaga.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Lukman Leong, seorang analis mata uang dari Doo Financial Futures, memperkirakan bahwa rupiah memiliki peluang yang cukup terbuka untuk terus mempertahankan penguatannya sepanjang perdagangan hari ini. Berdasarkan analisisnya, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan berada di kisaran antara Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS selama jam perdagangan berlangsung. Proyeksi rentang ini menjadi acuan penting bagi para pelaku pasar untuk mengantisipasi fluktuasi nilai tukar sepanjang hari.

Faktor eksternal yang turut mendorong penguatan rupiah pagi ini adalah meredanya tekanan dari pasar komoditas global, khususnya harga minyak mentah dunia. Penurunan harga minyak mentah global ini terjadi seiring dengan meningkatnya optimisme di kalangan pelaku pasar global bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali dalam waktu dekat. Pembukaan kembali jalur pelayaran penting ini dinilai mampu mengurangi kekhawatiran terkait pasokan energi dunia, yang pada akhirnya meredakan tekanan inflasi global dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang seperti rupiah untuk menguat.

Baca Juga

Penyebab Penurunan Tipis Cadangan Devisa Indonesia Akhir Juli 2026

Penyebab Penurunan Tipis Cadangan Devisa Indonesia Akhir Juli 2026

Selain faktor eksternal, kondisi perekonomian dalam negeri juga memberikan sokongan yang kuat bagi kinerja mata uang Garuda. Penguatan rupiah kali ini juga didukung oleh rilis data Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia untuk kuartal kedua yang mencatatkan hasil lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi domestik yang solid ini memberikan sinyal positif kepada para investor bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap aset-aset keuangan berdenominasi rupiah.

Tren penguatan terhadap dolar AS pagi ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh rupiah saja. Sebagian besar mata uang di kawasan Asia dan mata uang utama global lainnya juga terpantau bergerak di zona hijau terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin penguatan di Asia dengan lonjakan sebesar 0,41 persen, disusul oleh ringgit Malaysia yang terapresiasi sebesar 0,14 persen. Selanjutnya, peso Filipina juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,10 persen terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Mata uang negara tetangga lainnya seperti dolar Singapura dan yuan China kompak menguat masing-masing sebesar 0,05 persen. Sementara itu, yen Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen dan dolar Hong Kong terapresiasi tipis sebesar 0,01 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut. Pergerakan kolektif ini menunjukkan bahwa dolar AS sedang mengalami tekanan pelemahan secara luas di pasar keuangan global pagi ini.

Baca Juga

James Gunn Bantah Rumor Syuting Bersamaan The Batman Part II dan Part III

James Gunn Bantah Rumor Syuting Bersamaan The Batman Part II dan Part III

Kondisi yang sama juga terjadi pada mata uang utama di luar kawasan Asia. Di Eropa, poundsterling Inggris mencatatkan kenaikan sebesar 0,24 persen, sedangkan mata uang Euro menguat tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS. Franc Swiss juga mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen. Dari kawasan pasifik dan Amerika Utara, dolar Kanada terpantau menguat sebesar 0,04 persen serta dolar Australia terapresiasi sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS pada awal perdagangan hari ini.

Meskipun rupiah menunjukkan performa yang cukup gagah pada pembukaan pagi ini, masyarakat dan pelaku usaha tetap perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan. Pergerakan nilai tukar mata uang bersifat sangat dinamis dan dapat berubah dengan cepat sepanjang hari perdagangan akibat berbagai sentimen pasar yang berkembang. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau pembaruan informasi nilai tukar secara berkala melalui lembaga keuangan resmi atau platform pemantau pasar keuangan terpercaya sebelum melakukan transaksi valuta asing dalam jumlah besar.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaNilai Tukar RupiahPasar KeuanganKurs Dolar

Berita Terbaru Lainnya

Penyebab Penurunan Tipis Cadangan Devisa Indonesia Akhir Juli 2026James Gunn Bantah Rumor Syuting Bersamaan The Batman Part II dan Part IIILangkah Suzuki Memperkuat Strategi Multi Pathway Lewat Lini Kendaraan Rendah EmisiCara Aman Menghilangkan Bulu Ketiak dengan Waxing, Epilator, dan IPLSatgas PASTI dan OJK Tertibkan Ratusan Pedagang Kripto IlegalProgram PESAT Malinau Ciptakan Lapangan Kerja dan Dorong Produksi PanganSinergi Pemkot dan DPRD Kota Bogor dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Warga RentanReaktor Nuklir Modular BRIN Siap Ditawarkan, Berapa Kapasitas dan Nilai Investasinya?

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap