Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah berhasil mengembangkan teknologi reaktor nuklir modular kecil atau Small Modular Reactor (SMR) yang kini siap ditawarkan untuk kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia. Langkah ini menandai babak baru dalam pengembangan energi alternatif di tanah air, terutama dengan memanfaatkan teknologi nuklir untuk mendukung pasokan listrik nasional yang lebih ramah lingkungan. Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa kesiapan teknologi ini diharapkan dapat menarik minat berbagai pihak untuk mulai mengimplementasikannya secara nyata.
Pengembangan teknologi ini membawa dampak signifikan bagi peta jalan energi nasional. Dengan adanya reaktor nuklir mini yang siap pakai, Indonesia memiliki peluang untuk mendiversifikasi sumber energi listriknya di luar bahan bakar fosil. Namun, langkah menuju implementasi penuh masih memerlukan proses panjang, terutama terkait penyempurnaan desain dan pemenuhan kebutuhan investasi yang tidak sedikit. Berikut adalah beberapa pertanyaan penting yang sering diajukan mengenai pengembangan reaktor nuklir mini oleh BRIN beserta penjelasannya.








