Penyucian diri dari hadas besar merupakan syarat mutlak bagi seorang Muslim agar dapat kembali menjalankan ibadah yang mewajibkan keadaan suci, seperti salat. Bagi kaum laki-laki, pelaksanaan mandi wajib bertumpu pada pemenuhan niat serta pembasuhan seluruh permukaan tubuh dengan air secara merata tanpa ada bagian yang terhalang.
Kewajiban bersuci ini timbul karena beberapa kondisi tertentu, seperti keluarnya air mani maupun setelah melakukan hubungan suami istri (junub). Di samping itu, syariat juga menetapkan mandi wajib untuk kondisi lain seperti selesainya masa haid, nifas, hingga proses pemulasaraan orang yang meninggal dunia. Terkait tanda dan ciri keluarnya mani, rujukan keilmuan Islam sering mengacu pada penjelasan ulama, salah satunya dalam Kitab Nihayatuz Zain karya Syaikh Nawawi Al Bantani.
Niat Mandi Wajib
Langkah pertama dalam rangkaian mandi besar berpusat pada kesungguhan niat di dalam hati untuk menghilangkan hadas besar karena Allah SWT. Niat tersebut dapat dilafalkan secara lisan:
Kemendagri Dorong Mobilisasi Mahasiswa Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan TBC hingga Tingkat Desa

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aalaa.
Lafal ini memiliki arti: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala."
ESDM Bongkar Praktik Kilang dan Jalur Distribusi Solar Ilegal di Sejumlah Daerah

Urutan Pelaksanaan Bersuci
Untuk menjalankan tata cara mandi wajib laki-laki yang benar lengkap dengan niat, terdapat sejumlah tahapan yang dianjurkan secara tertib:
- Membaca niat di dalam hati bersamaan saat memulai proses bersuci.
- Membersihkan kedua telapak tangan sebelum menyentuh air atau memulai tahapan mandi berikutnya.
- Membasuh dan membersihkan area tubuh yang terkena kotoran atau najis hingga tuntas.
- Berwudu secara sempurna sebagaimana wudu sebelum mendirikan salat. Apabila tempat mandi memiliki genangan air, pembasuhan kedua kaki diperbolehkan untuk ditunda hingga seluruh rangkaian mandi selesai.
- Menyiramkan air ke atas kepala secara menyeluruh hingga membasahi pangkal rambut dan seluruh kulit kepala tanpa ada bagian yang terlewat.
- Mengalirkan air ke seluruh badan, dimulai dari bagian tubuh sisi kanan kemudian beralih ke sisi kiri. Perhatian khusus perlu diberikan pada area lipatan kulit dan bagian tubuh yang sulit dijangkau, seperti ketiak, pusar, serta sela-sela jari.
- Memeriksa kembali seluruh anggota badan untuk memastikan air telah mengenai kulit secara merata.
- Membasuh kedua kaki jika tahap ini sebelumnya ditunda saat berwudu di awal.
Secara prinsip, inti utama dari mandi wajib adalah hadirnya niat untuk mengangkat hadas besar serta sampainya air ke seluruh permukaan tubuh tanpa terkecuali. Memastikan rukun dan tahapan tersebut terpenuhi membuat status kesucian diri kembali sah untuk menunaikan ibadah.






