berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Ekonomi

Rencana Pembangunan Pabrik Magnet Permanen dari Logam Tanah Jarang di Indonesia

Sri NugrohoDiterbitkan 12 Agu 2026 - 18.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Pembangunan Pabrik Magnet Permanen dari Logam Tanah Jarang di Indonesia
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Indonesia bersiap untuk melakukan langkah besar dalam hilirisasi industri mineral dengan rencana pembangunan pabrik magnet permanen yang memanfaatkan logam tanah jarang (LTJ). Proyek strategis ini dijadwalkan akan dimulai dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri dalam negeri. Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, mengungkapkan optimismenya bahwa magnet permanen tersebut ditargetkan sudah dapat diproduksi dan tersedia di Indonesia pada tahun 2028 mendatang. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam mengolah sumber daya alam mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Secara teknis, magnet permanen ini merupakan produk hilirisasi dari logam tanah jarang yang menggunakan bahan baku NdFeB atau Neodymium-Iron-Boron. Neodymium sendiri merupakan bahan baku utama untuk pembuatan magnet permanen yang sangat dibutuhkan pada motor traksi, yaitu jenis motor listrik yang berfungsi sebagai penggerak kendaraan, khususnya kendaraan listrik (electric vehicle). Di kancah global, persaingan untuk mengamankan rantai pasok mineral kritis ini sangat ketat. Sebagai contoh, perusahaan USA Rare Earth telah mengakuisisi Serra Verde Brasil dengan nilai investasi mencapai US$2,8 miliar atau sekitar Rp48 triliun demi mengamankan pasokan logam tanah jarang sekaligus menekan ketergantungan terhadap pasokan dari Tiongkok. Dalam konteks hubungan internasional, Presiden Prabowo Subianto juga secara aktif mengundang negara mitra seperti Jerman untuk memperkuat investasi mereka di sektor mineral kritis, logam tanah jarang, dan industri semikonduktor di Indonesia.

Baca Juga

Pembatasan Pembelian Pertalite bagi Desil 9 dan 10 demi Subsidi Tepat Sasaran

Pembatasan Pembelian Pertalite bagi Desil 9 dan 10 demi Subsidi Tepat Sasaran

Selain untuk kebutuhan kendaraan listrik, program hilirisasi logam tanah jarang di Indonesia juga memiliki potensi pengembangan yang sangat besar di sektor pertahanan atau defense. Salah satu potensi utama yang diidentifikasi oleh Sigit Puji Santosa adalah pengembangan baja armor. Terkait hal ini, Danantara bersama dengan Krakatau Steel tengah mempertimbangkan dan bahkan telah masuk ke dalam sektor pengembangan baja armor tersebut. Tidak hanya itu, Danantara juga sedang mempersiapkan berbagai material penting lainnya yang dibutuhkan untuk pembuatan semikonduktor, sistem radar, hingga sensor. Seiring dengan perkembangan industri strategis nasional yang semakin transparan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh harapan agar MSCI dapat memberikan penilaian secara adil terhadap tingkat transparansi pasar modal di Indonesia guna mendukung ekosistem investasi yang sehat.

Untuk merealisasikan dan mengelola seluruh potensi logam tanah jarang tersebut secara terstruktur, Danantara telah mengambil langkah konkret dengan membentuk anak usaha baru bernama PT Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas. Badan usaha inilah yang nantinya akan memegang tanggung jawab penuh dalam mengelola komoditas logam tanah jarang di tanah air. Dalam menjalankan mandat besar ini, Danantara tidak berjalan sendiri. Mereka secara aktif menjalin kemitraan strategis dengan kementerian terkait, yaitu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk memastikan pengembangan industri berjalan selaras dengan kebijakan energi dan kesiapan teknologi nasional.

Baca Juga

FMCG Tumbuh Kuat, Konsumsi Masyarakat Jadi Penopang Ekonomi RI

FMCG Tumbuh Kuat, Konsumsi Masyarakat Jadi Penopang Ekonomi RI

Fokus utama yang kini tengah dikejar oleh Danantara adalah pembangunan dan pengembangan fasilitas pemurnian atau refinery untuk logam tanah jarang. Pembangunan refinery ini dinilai sangat krusial agar Indonesia tidak hanya mampu menambang, tetapi juga memurnikan mineral berharga tersebut secara mandiri. Untuk mewujudkan rencana besar ini, Danantara akan segera mengembangkan proyek refinery tersebut dengan menggandeng berbagai mitra strategis, termasuk para peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kolaborasi erat dengan kalangan perguruan tinggi. Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi ini, Indonesia diharapkan mampu menguasai teknologi pengolahan logam tanah jarang dari hulu hingga ke hilir secara mandiri.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DanantaraInvestasiHilirisasiLogam Tanah Jarang

Berita Terbaru Lainnya

Penerapan Wacana Tes Urine Siswa di Jawa Barat untuk Mencegah Narkoba Tanpa Memicu StigmaSidang Tahunan MPR 2026 Batasi Pemutaran Musik yang Memicu Aksi JogetCara Mempersiapkan Diri Mengikuti Maybank Marathon 2026 di BaliPembatasan Pembelian Pertalite bagi Desil 9 dan 10 demi Subsidi Tepat SasaranLangkah Menelusuri Aliran Dana Restrukturisasi Rp 809 Miliar pada Sidang Nadiem MakarimProyeksi dan Pertumbuhan Penumpang Harian Kereta Cepat WhooshRencana Pengalihan Saham Buyback, Laporan Keuangan, dan Tata Kelola PT Avia Avian TbkFMCG Tumbuh Kuat, Konsumsi Masyarakat Jadi Penopang Ekonomi RI

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026
  4. 4Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap