Pembangunan infrastruktur transportasi di ibu kota terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas seluruh lapisan masyarakat. Salah satu proyek strategis yang saat ini tengah dipersiapkan oleh PT MRT Jakarta adalah pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas. PT MRT Jakarta merancang fasilitas pejalan kaki ini agar dapat digunakan oleh semua kelompok masyarakat, tidak terkecuali para pelanggan penyandang disabilitas. Aspek kemudahan akses menjadi fokus utama dalam perencanaannya, terutama karena struktur dek pejalan kaki ini akan dibangun pada posisi yang tinggi. Hal ini menuntut perencanaan yang sangat matang agar aman serta nyaman bagi setiap orang yang melintasinya.
Untuk merealisasikan komitmen terhadap aksesibilitas tersebut, PT MRT Jakarta telah menyiapkan rancangan berbagai fasilitas pendukung yang komprehensif di area Pedestrian Deck Dukuh Atas. Fasilitas yang disiapkan secara khusus meliputi penyediaan lift serta eskalator untuk mempermudah pergerakan vertikal antar lantai bagi para pengguna. Selain itu, proyek ini juga akan menghadirkan jalur landai atau ramp yang sangat dibutuhkan oleh pengguna kursi roda. Bagi pelanggan dengan tunanetra, pihak pengembang turut memastikan tersedianya ubin pemandu atau tactile guiding tiles di sepanjang jalur. Kehadiran fasilitas-fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kemandirian dan rasa aman bagi penyandang disabilitas saat menggunakan infrastruktur publik tersebut.
Terkait dengan rincian dan perkembangan proyek, Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan, memaparkan detail tahapan pembangunan dalam rangkaian acara MRTJ Fellowship Program 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 2026. Menurut penjelasan Agus Trihan, PT MRT Jakarta sebelumnya telah menyelesaikan penyusunan desain dasar atau basic design. Desain dasar ini memiliki peran penting karena akan digunakan sebagai acuan utama dalam pelaksanaan tahapan konstruksi di lapangan. Saat ini, proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas telah melangkah lebih jauh dan secara resmi memasuki tahap tender kontraktor untuk menentukan pihak yang akan mengeksekusi pembangunan fisik.
Pencarian Hari Keenam, 16 Kapal Dikerahkan Sisir 6.000 Mil Laut Persegi

Proses tender kontraktor yang sedang berlangsung diharapkan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen. PT MRT Jakarta menargetkan bahwa kontraktor terpilih sudah bisa bergabung atau onboard pada bulan November. Jika tahapan ini berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti, proses pengerjaan konstruksi akan segera dimulai. Secara keseluruhan, target penyelesaian untuk proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas ini ditetapkan pada akhir tahun 2027. Penyelesaian yang tepat waktu diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas pejalan kaki di kawasan yang padat aktivitas tersebut.
Selain berfokus pada penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas, rancangan Pedestrian Deck Dukuh Atas juga menitikberatkan pada aspek integrasi dengan lingkungan sekitar. PT MRT Jakarta secara aktif menyiapkan integrasi antara dek pejalan kaki ini dengan gedung-gedung yang berada di kawasan tersebut. Komunikasi dan koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah pemilik gedung, seperti pengelola gedung Landmark hingga Wisma BNI. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan bahwa infrastruktur pejalan kaki yang baru dapat terhubung secara mulus dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi dan perkantoran yang sudah ada, sehingga menciptakan kawasan transit yang lebih terpadu.
Basarnas Cari Kapal Virgo Transport 8 Berpenumpang 243 Orang yang Hilang Kontak di Laut Jawa

TOD Planning Department Head MRT Jakarta, Sagita Devi, menjelaskan bahwa koordinasi dengan para pemilik aset di sekitar kawasan Dukuh Atas ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahap awal penyusunan desain perencanaan. PT MRT Jakarta sangat terbuka dan memberikan ruang diskusi apabila gedung-gedung di sekitarnya ingin menyambungkan akses mereka secara langsung ke dek pejalan kaki ini. Sambungan tersebut dapat direalisasikan baik melalui pembangunan jembatan layang maupun penambahan koridor pedestrian. Di samping itu, berdasarkan hasil penilaian dari pihak pengembang, kapasitas parkir di gedung-gedung sekitar area Dukuh Atas dinilai sudah sangat memadai untuk mendukung seluruh aktivitas lokal di kawasan tersebut tanpa memerlukan area parkir baru.






