Pelayaran kapal Virgo Transport 8 dari Surabaya menuju Banjarmasin berujung petaka di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari. Kapal pengangkut tersebut dilaporkan sempat mengalami kemiringan tajam atau oleng akibat hantaman cuaca buruk sebelum akhirnya hilang kontak.
Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii menjelaskan bahwa kru kapal sedari awal telah memberikan laporan ke pihak perusahaan mengenai kondisi cuaca buruk yang mereka hadapi di jalur pelayaran.
Situasi memburuk beberapa jam setelah laporan pertama. Kapal dilaporkan mengalami pergeseran titik berat (center of gravity) hingga posisinya miring. Menghadapi kondisi kritis tersebut, pihak kapal segera mengaktifkan sinyal emergensi serta menyiarkan panggilan darurat untuk meminta pertolongan ke pihak terkait dan kapal-kapal di sekitarnya.
9 Kabupaten-Kota di NTB Darurat Kekeringan, 263.310 Jiwa Terdampak

Kapal Virgo Transport 8 kemudian hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA. Laporan insiden tersebut diterima oleh Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim penyelamat beserta peralatan operasi SAR diberangkatkan pada pukul 04.30 WITA menuju titik koordinat terakhir dengan perkiraan waktu tempuh sekitar enam jam.
Untuk mempercepat proses pertolongan, Kantor SAR Banjarmasin berkoordinasi dengan Basarnas pusat yang langsung mendeklarasikan status kondisi darurat kepada seluruh pengguna lalu lintas pelayaran di Laut Jawa agar bantuan dari kapal terdekat dapat dikerahkan.
Gempa M 4,3 Guncang Sukabumi, BMKG, Tidak Berpotensi Tsunami

Hingga Minggu sore pukul 17.00 WITA, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 113 korban, dengan enam orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Syafii menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh terkait penyebab pasti kapal mengalami kemiringan hingga hilang kontak akan dilakukan setelah seluruh operasi evakuasi selesai dilaksanakan.






