Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya mulai didatangi pihak keluarga menyusul insiden hilang kontak yang dialami Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Sejak Minggu (13/9), keluarga korban berdatangan ke pelabuhan untuk memastikan nasib kerabat mereka yang berada di atas armada tersebut.
Kecemasan itu salah satunya dirasakan oleh Fredy Manohoa (48), warga asal Ambon yang mencari kepastian kondisi adik kandungnya, Steviansyah Manohoa (44). Steviansyah bertugas sebagai kru musik pemain keyboard di kapal tersebut.
Fredy menuturkan, komunikasi terakhir dengan adiknya berlangsung pada Jumat (11/9) malam sekitar pukul 18.06 WIB. Saat itu, panggilan video tidak sempat terangkat karena Fredy masih bekerja, sehingga perbincangan berlanjut melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, sang adik mengabarkan tengah menggunakan nomor dan ponsel baru lantaran ponsel lamanya sedang rusak dan masuk tahap servis. Namun, saat Fredy mencoba menghubungi kembali nomor baru tersebut pada Minggu (13/9) pukul 09.03 WIB, sambungan telepon sudah tidak aktif.
Gempa M 4,3 Sukabumi Berpusat di Laut, Dirasakan hingga Bandung Barat

Informasi sementara yang diterima Fredy dari kenalannya di Banjarmasin menyebutkan bahwa nakhoda atau kapten kapal beserta sejumlah mualim dilaporkan selamat. Beberapa kru cleaning service dan anak kantin juga dikabarkan selamat. Kendati demikian, belum ada kabar pasti mengenai nasib empat orang kru musik yang terdiri dari tiga penyanyi dan satu pemain keyboard.
Posko Terpadu dan Ante Mortem Disiagakan
Guna mengantisipasi arus keluarga korban yang mencari informasi, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur mendirikan posko terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (13/9). Di lokasi yang sama, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jatim turut membuka Posko Ante Mortem.
Waka MPR Dorong Kebijakan Keberlanjutan untuk Literas-Numerasi

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan menyampaikan bahwa posko terpadu ini difungsikan untuk melayani serta mendampingi pihak keluarga yang memerlukan konfirmasi mengenai keberadaan penumpang dan awak kapal.
Untuk membantu pencarian data secara transparan, petugas di posko telah menempelkan daftar manifes penumpang, data Anak Buah Kapal (ABK), hingga manifes kendaraan yang diangkut kapal. Petugas juga langsung mengarahkan keluarga yang tidak menemukan nama kerabatnya di lembar manifes resmi ke Posko Ante Mortem guna proses pendataan lanjutan.






