Pengembangan potensi minyak dan gas bumi di Indonesia terus berlanjut guna mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja Pekawai yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Blok eksplorasi ini dikelola oleh PT Saka Energi Indonesia atau SAKA melalui anak usahanya, yakni PT Saka Energi Sepinggan. Sebagai bagian dari PGN yang memegang peran sebagai Subholding Gas Pertamina, SAKA terus berupaya mematangkan potensi cadangan migas di wilayah tersebut. Berikut adalah berbagai informasi penting mengenai rencana penggarapan cadangan migas baru di wilayah operasi ini.
Apa yang dimaksud dengan Wilayah Kerja Pekawai dan bagaimana status pengelolaannya saat ini?
Wilayah Kerja Pekawai merupakan blok eksplorasi minyak dan gas bumi yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur. Blok ini mencakup wilayah eksplorasi seluas 1.555 kilometer persegi. Cakupan areanya terbagi menjadi dua bagian, yaitu area darat serta area lepas pantai. Pemerintah melalui SKK Migas telah mempercayakan pengelolaan wilayah ini kepada SAKA dengan menggunakan skema gross split sejak tanggal 16 Mei 2018. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, SAKA mengelola wilayah kerja ini secara langsung melalui PT Saka Energi Sepinggan.
Fuji Koesumadewi selaku Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA menyebutkan bahwa wilayah ini merupakan salah satu aset eksplorasi strategis perusahaan yang memiliki prospek menjanjikan. Pihaknya berupaya memaksimalkan potensi minyak dan gas bumi di wilayah kerja tersebut melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur.
Kapan pengeboran sumur eksplorasi akan dimulai dan apa target utamanya?
Dalam perencanaan terbarunya, SAKA menargetkan untuk melakukan pengeboran satu sumur eksplorasi pada kuartal ketiga tahun 2026. Sebagai langkah awal, pada awal tahun 2026, SAKA telah mendapatkan persetujuan dari PGN untuk melaksanakan pengeboran sumur appraisal Saka Manpatu-1 atau SM-1. Sumur appraisal ini direncanakan akan dibor hingga mencapai target kedalaman sekitar 12.000 ft.
Pasokan BBM Terus Ditambah Imbas Antrean Mengular di SPBU

Pengeboran sumur eksplorasi ini diharapkan menjadi langkah krusial untuk mengonfirmasi keberadaan sumber daya minyak dan gas bumi di wilayah tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui skema unitisasi dengan Pertamina Hulu Mahakam atau PHM. Fuji menambahkan bahwa rencana pengeboran sumur eksplorasi ini menjadi salah satu tonggak penting untuk membuktikan potensi sumber daya yang ada di kawasan tersebut.
Apa saja prospek migas utama yang berhasil ditemukan di kawasan ini?
Berdasarkan hasil kajian geologi dan geofisika secara konsisten, SAKA berhasil mengidentifikasi dua prospek utama di area lepas pantai, yaitu Prospek Saka Manpatu-1 dan Prospek Hanna. Untuk mematangkan kedua prospek tersebut, SAKA telah menjalin sinergi dengan Pertamina Hulu Mahakam sejak tahun 2022. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat proses pematangan data eksplorasi.
Potensi kawasan ini dinilai semakin menjanjikan karena memiliki karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam, di mana lapangan tersebut telah memiliki tahapan Plan of Development. Data menunjukkan bahwa sekitar 10 persen hingga 24 persen dari struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah administrasi Wilayah Kerja Pekawai. Kondisi ini membuat hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu diyakini menerus hingga ke area yang dikelola oleh SAKA.
Mengapa lokasi operasional ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan migas?
BCA Expo 2026 Hadir Lagi di 7 Kota Besar, Ada Bunga Spesial KPR & KKB!

Secara geografis, Wilayah Kerja Pekawai memiliki posisi yang sangat menguntungkan karena berada di antara sejumlah lapangan minyak dan gas bumi yang sudah terbukti produktif di Kalimantan Timur. Beberapa lapangan produktif di sekitarnya antara lain Lapangan Manpatu, E. Mandu, dan Jempang Metulang. Keberadaan lapangan-lapangan aktif ini memberikan indikasi geologi yang positif sekaligus memperkuat prospeknya sebagai aset strategis yang berpotensi memberikan tambahan cadangan energi bagi Indonesia.
Bagaimana dengan kelanjutan kegiatan survei di darat dan batas waktu eksplorasi blok ini?
Selain berfokus pada kegiatan di area lepas pantai, SAKA juga tengah melaksanakan kegiatan survei geologi dan geokimia di area darat. Kegiatan ini merupakan bagian dari studi geologi dan geofisika yang ditargetkan rampung pada tahun 2026 mendatang. Pelaksanaan survei secara komprehensif ini diharapkan dapat melengkapi data bawah permukaan yang dibutuhkan untuk penentuan titik pengeboran.
Terkait dengan aspek waktu operasi, SAKA telah mendapatkan persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi pada tahun 2024. Dengan adanya persetujuan tersebut, masa operasional tahap eksplorasi SAKA di wilayah ini diperpanjang hingga tanggal 15 Mei 2028. Perpanjangan waktu ini memberikan ruang yang lebih luas bagi perusahaan untuk menjalankan program eksplorasi secara menyeluruh sebelum beranjak ke tahapan pengembangan produksi.






