PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau yang akrab dikenal dengan nama BNC saat ini tengah memfokuskan strategi perusahaan untuk mengikis dan menutup saldo defisit yang tercatat dalam laporan keuangan perseroan. Langkah krusial ini menjadi prioritas utama bagi bank digital tersebut agar dapat kembali memberikan keuntungan bagi para pemegang saham. Perseroan memperkirakan bahwa saldo defisit tersebut dapat ditutup dalam waktu dua tahun ke depan, yang pada gilirannya akan memberikan ruang yang cukup bagi manajemen untuk kembali membuka keran pembagian dividen. Perlu diketahui bahwa bank digital ini terakhir kali mendistribusikan dividen kepada pemegang sahamnya pada tahun 2020 yang lalu.
Apakah penyebab utama Bank Neo Commerce belum membagikan dividen hingga saat ini?
Alasan utama PT Bank Neo Commerce Tbk. belum membagikan dividen adalah adanya aturan dan kondisi keuangan yang mengharuskan perseroan untuk tidak membayarkan dividen selama masih memiliki saldo defisit. Sebagai bank yang dimiliki oleh Akulaku Silvrr Indonesia, BNC memiliki kewajiban untuk menyelesaikan defisit tersebut secara organik terlebih dahulu. Oleh karena itu, seluruh laba dan perbaikan kinerja yang diperoleh saat ini difokuskan untuk memulihkan struktur permodalan dan menghapus saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya tersebut.
Berapa besar nilai saldo defisit BNC dan kapan target penyelesaiannya?
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, BNC mencatatkan saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya dengan nilai mencapai Rp 1,43 triliun. Direktur Utama BNC, Eri Budiono, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan kinerja operasional yang baik guna menutup saldo defisit tersebut. Dalam acara Media Gathering yang diselenggarakan di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, pada hari Jumat, 31 Juli 2026, Eri Budiono menyatakan bahwa apabila perseroan mampu mempertahankan laju kinerja atau run rate yang ada saat ini, manajemen memperkirakan saldo defisit tersebut berpotensi untuk diselesaikan pada tahun 2027 mendatang.
Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah

Bagaimana capaian laba bersih Bank Neo Commerce pada paruh pertama tahun 2026?
Upaya penutupan saldo defisit secara organik didukung oleh pencapaian kinerja keuangan yang positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Hingga Semester I-2026, BNC telah berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 294,85 miliar. Capaian laba bersih tersebut menunjukkan adanya tren pertumbuhan yang positif, yakni mengalami kenaikan sebesar 6,81 persen secara tahunan atau year on year (yoy) apabila dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Apa saja faktor pendorong pertumbuhan pendapatan BNC pada Semester I-2026?
Pertumbuhan laba bersih perseroan sejalan dengan peningkatan dari sisi pendapatan operasional. Pada periode Semester I-2026, Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) yang dibukukan oleh Bank Neo Commerce tercatat mencapai Rp 1,11 triliun. Selain pendapatan bunga, perseroan juga mencatatkan kinerja positif pada pendapatan berbasis komisi. Pendapatan komisi atau Fee Based Income BNC mengalami peningkatan menjadi Rp 59,66 miliar, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 6,77 persen secara tahunan (yoy).
Racikan Investasi Nasabah Wealth Management di Tengah Gejolak Global dan Tren Suku Bunga

Berapa total aset dan perolehan Dana Pihak Ketiga BNC saat ini?
Kinerja positif BNC juga tercermin dari besaran aset dan tingkat kepercayaan masyarakat dalam menyimpan dana. Sepanjang Semester I-2026, Bank Neo Commerce berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp 17,45 triliun. Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana masyarakat, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikumpulkan oleh bank digital ini berhasil mencapai angka Rp 12,30 triliun pada periode yang sama.
Bagaimana rincian pertumbuhan dana tabungan nasabah di Bank Neo Commerce?
Di dalam komponen Dana Pihak Ketiga tersebut, dana tabungan nasabah BNC menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Pada Semester I-2026, dana tabungan meningkat menjadi Rp 3,39 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,10 persen secara tahunan (yoy) jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan dana masyarakat ini menjadi salah satu landasan penting bagi perseroan dalam menjaga efisiensi operasional guna mempercepat proses penutupan saldo defisit sebesar Rp 1,43 triliun secara organik, sehingga target pembagian dividen dalam dua tahun ke depan dapat terealisasi sesuai rencana.






