Duka mendalam menyelimuti gerakan kemanusiaan di tanah air setelah seorang relawan asal Jakarta, Ahmad Zaki Ali (42), dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan misi penyaluran bantuan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ahmad Zaki Ali, yang dikenal sebagai pendiri Yayasan Gerak Bareng, wafat ketika sedang bertugas menyalurkan bantuan untuk korban bencana di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Relawan kemanusiaan tersebut diduga meninggal dunia akibat serangan jantung yang dipicu oleh rasa kelelahan selama berkegiatan di lapangan.
Kabar mengenai wafatnya Ahmad Zaki Ali dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Basarnas melalui Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso. Dalam penjelasannya, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso mengungkapkan bahwa Ahmad Zaki Ali mengembuskan napas terakhir saat dirinya sedang berada dalam perjalanan untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Penyaluran bantuan logistik ini merupakan bagian dari aksi kepedulian untuk meringankan beban korban gempa di wilayah Flores.
Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Ahmad Zaki Ali bersama rombongan relawan menempuh perjalanan darat dari kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, dengan tujuan ke arah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Wilayah Reo di Kabupaten Manggarai serta Kecamatan Lamba Leda Utara di Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebagai dua kawasan yang terdampak parah akibat guncangan gempa bumi di Flores. Rombongan relawan bergerak melintasi rute tersebut demi mengantarkan pasokan logistik secara langsung ke lokasi-lokasi terdampak bencana gempa.
Jakarta Bersholawat Digelar di Monas, Doakan Jakarta Damai dan Korban Gempa NTT

Ketika kendaraan pembawa bantuan sedang melaju di tengah perjalanan, Ahmad Zaki Ali mulai merasakan bahwa kondisi fisiknya sedang tidak fit. Berdasarkan penjelasan yang dipaparkan oleh Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, pendiri Yayasan Gerak Bareng tersebut merasa kondisi kesehatannya kurang baik sehingga ia meminta kepada rekannya untuk menghentikan laju kendaraan logistik. Permintaan penghentian kendaraan tersebut disampaikan Zaki agar ia bisa dibantu oleh rekannya untuk melepaskan jaket dan helm yang tengah ia pakai.
Merespons permintaan tersebut, rekan Zaki segera berusaha memberikan pertolongan untuk membantu proses pelepasan helm serta jaket yang dikenakannya. Namun, pada saat rekannya sedang berupaya memberikan bantuan tersebut, Ahmad Zaki Ali mendadak jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Menyadari kondisi Zaki yang tidak sadarkan diri di lokasi, rekan-rekan di sekitarnya langsung memutuskan untuk segera membawa Ahmad Zaki Ali menuju ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Puskesmas Dampek, demi memperoleh penanganan darurat.
Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar di SM Kerumutan Riau dan Tetapkan Enam Tersangka

Akan tetapi, upaya pertolongan darurat tidak membuahkan hasil karena Ahmad Zaki Ali dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba di Puskesmas Dampek. Kepergian Ahmad Zaki Ali saat mengemban tugas penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak gempa Flores di Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh rekan relawan serta instansi penanggulangan bencana yang bertugas di Nusa Tenggara Timur.






