berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBerita LokalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

KWT Anjani Olah Singkong Jadi Keripik dan Tepung, UMB Bantu Perkuat Usaha

Marthen TandirerungDiterbitkan 23 Agu 2026 - 05.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
KWT Anjani Olah Singkong Jadi Keripik dan Tepung, UMB Bantu Perkuat Usaha
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pengembangan sektor pertanian berbasis kelompok masyarakat memegang peranan krusial dalam memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan roda perekonomian lokal. Di tingkat akar rumput, Kelompok Wanita Tani (KWT) Anjani menunjukkan inisiatif nyata melalui pemanfaatan lahan singkong seluas kurang lebih 7.800 meter persegi. Hamparan lahan perkebunan tersebut menjadi modal dasar yang sangat berharga bagi kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan usaha olahan pangan berbasis komoditas singkong. Ketersediaan lahan yang memadai memungkinkan kelompok tani ini untuk mengamankan pasokan bahan baku secara mandiri guna diolah menjadi aneka produk turunan yang memiliki nilai jual lebih baik dibandingkan dengan komoditas mentah.

Kendati didukung oleh ketersediaan lahan budi daya yang potensial, perjalanan usaha yang dirintis oleh KWT Anjani tidak terlepas dari berbagai tantangan nyata di lapangan. Kelompok tani ini sempat berhadapan dengan sejumlah hambatan operasional mendasar yang membatasi pengembangan skala usaha mereka. Kendala-kendala tersebut mencakup keterbatasan kapasitas produksi, keterbatasan dalam jangkauan dan strategi pemasaran, hingga kelemahan dalam sistem pengelolaan dan pencatatan keuangan usaha. Apabila tidak segera ditangani melalui pembinaan yang tepat, berbagai kendala tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan usaha pengolahan pangan yang telah dirintis oleh kelompok wanita tani tersebut.

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Mercu Buana (UMB) hadir memberikan pendampingan terstruktur melalui pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan pengabdian yang diselenggarakan pada tanggal 3-4 Agustus 2026 ini dirancang secara komprehensif untuk membantu KWT Anjani keluar dari permasalahan operasional yang dihadapi. Melalui keterlibatan sivitas akademika perguruan tinggi, pendampingan ini diarahkan untuk melakukan penguatan kapasitas usaha secara menyeluruh, mulai dari perbaikan alur produksi di hulu, perbaikan manajemen internal, hingga perluasan akses pemasaran di hilir.

Langkah pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh Universitas Mercu Buana ini didukung secara penuh melalui pendanaan eksternal pemerintah. Program PKM UMB berhasil memperoleh hibah pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk tahun anggaran 2026. Dukungan hibah dari Kemdiktisaintek ini membuktikan pentingnya sinergi antara kebijakan perguruan tinggi dan pendanaan riset terapan dalam menjawab tantangan nyata yang dihadapi oleh kelompok usaha mikro dan kecil di sektor pertanian pedesaan.

Berbagai Kendala Operasional yang Dihadapi KWT Anjani

Dalam menjalankan aktivitas usahanya, KWT Anjani sebelumnya menghadapi tiga persoalan utama yang saling berkaitan dan mempengaruhi laju pertumbuhan usaha. Masalah pertama yang dihadapi kelompok adalah aspek kapasitas produksi. Volume singkong yang dihasilkan dari lahan seluas 7.800 meter persegi memerlukan penanganan pascapanen yang cepat dan terukur agar kualitas umbi singkong tidak menurun. Namun, fasilitas dan metode kerja yang digunakan oleh para anggota kelompok masih memiliki keterbatasan teknis, sehingga hasil pengolahan singkong belum mampu mencapai volume optimal dan proses pembuatannya memakan waktu yang cukup panjang.

Kendala kedua berada pada pilar pemasaran. Sebagai kelompok usaha di tingkat lokal, KWT Anjani awalnya mengandalkan pola penyebaran produk yang sangat konvensional dan terbatas pada pembeli di lingkungan sekitar. Ketiadaan strategi promosi yang terstruktur, identitas visual merek yang baku, serta kemasan yang menarik membuat produk-produk olahan singkong buatan KWT Anjani belum mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih luas di luar wilayah komunitas mereka. Kondisi ini membuat serapan produk olahan di pasar belum sebanding dengan potensi produksi yang bisa dicapai.

Kendala ketiga menyangkut tata kelola keuangan kelompok. Sebelum adanya pendampingan, sistem administrasi keuangan yang dijalankan oleh pengurus dan anggota KWT Anjani masih dicatat secara sederhana. Pencatatan transaksi yang belum terstruktur ini menimbulkan kesulitan ketika kelompok harus menghitung berapa biaya riil yang dikeluarkan untuk memproduksi setiap produk, bagaimana menentukan harga jual yang bersaing namun tetap menguntungkan, serta bagaimana memastikan keuntungan bersih yang diperoleh secara berkala dari usaha tersebut.

Inisiatif Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana

Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada 3-4 Agustus 2026 menjadi titik balik penting bagi pembenahan tata kelola dan operasional KWT Anjani. Program yang diprakarsai oleh Universitas Mercu Buana ini disusun sebagai solusi holistik untuk mengurai satu per satu hambatan yang dialami kelompok mitra. Dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif, para dosen dan mahasiswa turun langsung ke lapangan mendampingi para anggota KWT Anjani secara intensif selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

Program PKM UMB ini digerakkan oleh tim dosen yang memiliki kompetensi di bidang manajemen dan pemberdayaan masyarakat. Tim pengabdian tersebut dipimpin oleh Sri Marti Pramudena, dengan beranggotakan dosen Eka Nur Fitriani dan Santa Lorita. Selain jajaran dosen, program ini juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dari Program Studi Manajemen UMB. Keterlibatan mahasiswa Program Studi Manajemen menjadi wahana pembelajaran lapangan yang konkret dalam mengidentifikasi masalah dunia usaha nyata, sekaligus mempercepat proses alih pengetahuan kepada para anggota KWT Anjani.

Baca Juga

Aturan Tumpang Tindih dan Dugaan Monopoli, Bisnis Ekspedisi Minta Integrasi Kebijakan ke Pemerintah

Aturan Tumpang Tindih dan Dugaan Monopoli, Bisnis Ekspedisi Minta Integrasi Kebijakan ke Pemerintah

Sri Marti Pramudena selaku ketua tim PKM UMB menegaskan komitmen timnya dalam memberikan dampak nyata bagi mitra. Menurutnya, program pendampingan yang didanai oleh hibah Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026 ini tidak sekadar dirancang untuk memberikan transfer teori di ruang pelatihan, melainkan secara aktif mendorong KWT Anjani agar mampu memanfaatkan dan mengadopsi teknologi tepat guna. Penggunaan teknologi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing usaha KWT Anjani dalam jangka panjang.

Diversifikasi Produk Olahan: Keripik Getuk, Tepung Tapioka, dan Tepung Mocaf

Singkong yang dipanen dari lahan seluas kurang lebih 7.800 meter persegi milik KWT Anjani tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi beragam produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi. Diversifikasi pengolahan singkong ini menjadi fokus utama kelompok untuk meningkatkan pendapatan para anggota. Dalam praktiknya, KWT Anjani mengolah komoditas singkong menjadi tiga produk unggulan utama, yaitu keripik getuk, tepung tapioka, dan tepung mocaf (modified cassava flour).

Ketiga jenis olahan pangan tersebut memiliki karakteristik pemanfaatan dan segmen pasar yang berbeda. Keripik getuk diposisikan sebagai produk camilan siap saji yang memiliki cita rasa khas, sedangkan tepung tapioka dan tepung mocaf diproduksi sebagai bahan baku pangan serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai olahan makanan dan kue. Produk-produk olahan singkong ini telah dipasarkan kepada masyarakat luas, sehingga keberadaannya menjadi sumber pendapatan penting bagi operasional dan kas kelompok wanita tani tersebut.

Melalui diversifikasi menjadi keripik getuk, tapioka, dan mocaf, KWT Anjani dapat mengoptimalkan seluruh hasil panen singkong secara berkesinambungan. Pengolahan singkong menjadi tepung juga memperpanjang masa simpan komoditas hasil tani jika dibandingkan dengan mempertahankan umbi singkong segar. Dengan demikian, penguatan kapasitas produksi dari ketiga lini olahan ini menjadi prioritas utama dalam kegiatan pendampingan yang diberikan oleh tim PKM Universitas Mercu Buana.

Modernisasi Peralatan Produksi dan Pengolahan Pati Singkong

Guna memecahkan masalah kapasitas produksi yang selama ini menjadi kendala teknis KWT Anjani, tim PKM UMB memperkenalkan dan menyerahkan serangkaian peralatan produksi modern. Pengadaan fasilitas pengolahan ini ditujukan untuk memodernisasi cara kerja anggota kelompok tani agar proses pembuatan keripik getuk, tepung tapioka, dan tepung mocaf dapat berlangsung lebih higienis, terstandarisasi, dan hemat waktu.

Peralatan yang diperkenalkan oleh tim pengabdian mencakup sarana penjemuran dan nampan penjemuran khusus. Fasilitas penjemuran ini sangat penting dalam rantai produksi tepung mocaf dan tepung tapioka yang mengandalkan proses pengeringan optimal. Dengan nampan penjemuran yang tertata dan sarana penjemuran yang memadai, bahan baku tepung dapat dijemur secara lebih merata serta terlindung dari risiko kontaminasi debu atau kotoran di area terbuka.

Selain sarana penjemuran, tim PKM UMB juga memperkenalkan alat pemeras pati singkong khusus untuk mendukung proses produksi tepung tapioka. Penggunaan alat pemeras ini mempermudah proses ekstraksi cairan pati dari parutan umbi singkong secara efisien dan higienis, sehingga anggota kelompok tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pemerasan manual yang melelahkan. Untuk lini hilir pengemasan, tim UMB memperkenalkan mesin continuous sealer. Mesin penyegel kontinu ini digunakan untuk menyegel kemasan keripik getuk maupun tepung olahan secara cepat dan rapat kedap udara, menjaga kualitas kerenyahan dan daya tahan produk sebelum sampai ke tangan konsumen.

Penguatan Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial Instagram dan TikTok

Di samping penguatan teknologi produksi, peningkatan daya saing KWT Anjani dilakukan melalui pelatihan pemasaran digital. Perkembangan teknologi komunikasi menuntut pelaku usaha kelompok tani untuk mampu memanfaatkan kanal daring agar tidak tertinggal. Oleh karena itu, tim pengabdian UMB menyelenggarakan pelatihan intensif yang berfokus pada pemanfaatan platform media sosial populer, yaitu Instagram dan TikTok.

Baca Juga

Bandara Husein Dibuka Kembali, KCIC Yakin Whoosh Tetap Diminati

Bandara Husein Dibuka Kembali, KCIC Yakin Whoosh Tetap Diminati

Pelatihan pemasaran digital ini membekali para anggota KWT Anjani dengan pemahaman mengenai pembuatan identitas merek (brand identity) yang jelas dan representatif bagi produk mereka. Tim PKM membimbing kelompok dalam merancang logo usaha yang menarik serta memilih dan mendesain kemasan produk yang fungsional dan estetis. Kemasan yang baik dengan identitas visual yang profesional menjadi daya tarik utama dalam memikat perhatian calon pelanggan di ruang digital.

Selain materi perancangan identitas visual, para anggota KWT Anjani juga dilatih untuk menyusun strategi promosi dan penyampaian informasi produk melalui media sosial Instagram dan TikTok. Anggota kelompok diajarkan cara mengunggah materi promosi produk olahan keripik getuk, tepung tapioka, dan mocaf agar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Melalui pemanfaatan media sosial ini, KWT Anjani dapat mengenalkan keunggulan produk mereka secara langsung ke pasar daring tanpa harus terbatasi oleh sekat geografis wilayah setempat.

Pembenahan Tata Kelola Finansial, Perhitungan HPP, dan Kalkulasi Laba

Pengelolaan keuangan yang akurat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan setiap unit usaha, termasuk kelompok wanita tani. Menyadari bahwa sebelumnya sistem pencatatan keuangan KWT Anjani masih dilakukan secara sederhana, tim PKM UMB memberikan pendampingan khusus pada aspek manajemen finansial. Pelatihan ini dirancang agar pengurus dan anggota kelompok mampu mencatat setiap alur keuangan secara rapi, transparan, dan terukur.

Dalam sesi pendampingan tata kelola keuangan, tim pengabdian membimbing KWT Anjani untuk mencatat seluruh transaksi pemasukan dan pengeluaran operasional. Lebih jauh, anggota kelompok diajarkan tata cara menghitung harga pokok produksi (HPP) untuk masing-masing varian produk, baik keripik getuk, tepung tapioka, maupun tepung mocaf. Perhitungan HPP yang teliti memperhitungkan seluruh biaya riil produksi, mulai dari biaya bahan baku singkong, kemasan, tenaga kerja, hingga biaya penunjang lainnya.

Dengan dikuasainya penghitungan HPP yang tepat, KWT Anjani kini memiliki dasar yang kuat dalam menentukan harga jual produk yang kompetitif di pasar tanpa merugikan kelompok usaha. Bimbingan ini juga mencakup pelatihan metode kalkulasi laba atau keuntungan bersih usaha. Melalui pencatatan laba yang sistematis, kelompok tani dapat memantau perkembangan finansial mereka secara berkala serta merencanakan pengelolaan modal usaha untuk siklus produksi berikutnya secara mandiri.

Kolaborasi Sivitas Akademika UMB dan Harapan Kemandirian KWT Anjani

Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat pada 3-4 Agustus 2026 ini mencerminkan sinergi produktif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok masyarakat. Keterlibatan dosen Sri Marti Pramudena, Eka Nur Fitriani, Santa Lorita, serta para mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mercu Buana menjadi wujud pengamalan tridarma perguruan tinggi yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kapasitas ekonomi mitra tani perempuan.

Ketua KWT Anjani, Tri Wahyuni, menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya terhadap pendampingan yang telah diberikan oleh tim PKM Universitas Mercu Buana. Dirinya berharap bahwa bantuan peralatan produksi, pelatihan pemasaran digital, serta bimbingan pembukuan keuangan ini dapat secara nyata membantu KWT Anjani dalam meningkatkan volume produksi olahan singkong sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk keripik getuk, tepung tapioka, dan mocaf di pasar yang lebih luas.

Keberhasilan pelaksanaan program yang didanai oleh hibah Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026 ini menjadi langkah awal yang kokoh bagi KWT Anjani dalam mengoptimalkan lahan singkong seluas 7.800 meter persegi yang mereka miliki. Dengan teratasinya kendala pada aspek kapasitas produksi, pemasaran media sosial, dan pengelolaan keuangan, KWT Anjani kini berada pada posisi yang lebih tangguh untuk terus bertumbuh sebagai kelompok usaha olahan pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Update Penanganan Gempa NTT, 87 Korban Jiwa, 150.576 Warga Mengungsi, dan Pengerahan Bantuan Skala PenuhAturan Tumpang Tindih dan Dugaan Monopoli, Bisnis Ekspedisi Minta Integrasi Kebijakan ke PemerintahAkselerasi Pembangunan PLTS Nasional, Target 30 GW Prabowo, Konversi 13 GW PLTD, dan Lonjakan Permintaan Data CenterAda Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Begini KisahnyaRI Punya Potensi Emas 1.800 Ton di Luar Sistem Keuangan, Mampu Perkuat Cadangan Nasional dan Saingi Posisi ChinaBandara Husein Dibuka Kembali, KCIC Yakin Whoosh Tetap DiminatiBPS Luruskan Salah Kaprah Desil DTSEN, Pemeringkatan Relatif Kesejahteraan, Bukan Ukuran Mutlak KemiskinanWaspada Penularan Virus HPV Melalui Kontak Seksual dan Non-Seksual

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalKeuanganBerita LokalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap