Kawasan Lapangan Irti Monumen Nasional (Monas) yang terletak di Jakarta Pusat dipadati oleh ribuan jemaah pada Sabtu (22/8) malam. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar tersebut bertujuan untuk mengikuti perhelatan syiar keagamaan bertajuk Jakarta Bersholawat. Kegiatan akbar ini diadakan secara khusus oleh Majelis Nurul Musthofa dalam rangka memperingati serta menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi. Kawasan Monas di pusat ibu kota pun menjadi titik berkumpulnya jemaah yang ingin melantunkan puji-pujian dan doa secara berjemaah.
Pelaksanaan kegiatan Jakarta Bersholawat dirancang dengan susunan acara yang terstruktur sejak waktu petang. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan pelaksanaan ibadah salat Magrib berjemaah di area Lapangan Irti Monas. Setelah menunaikan salat Magrib bersama-sama, seluruh jemaah yang hadir melanjutkan agenda dengan membaca Surah Yasin dan melantunkan bait-bait shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, jemaah melaksanakan ibadah salat Isya berjemaah terlebih dahulu sebelum seluruh rangkaian memasuki sesi acara utama.
Memasuki agenda utama Jakarta Bersholawat, sejumlah tamu undangan, bintang tamu, dan para tokoh ulama terkemuka hadir di tengah-tengah jemaah untuk memimpin jalannya acara. Tokoh-tokoh ulama yang hadir dalam perhelatan ini di antaranya adalah Habib Ali Uraidy bin Jafar Assegaf, Habib Abubakar Mauladawilah, dan Habib Athos bin Jafar Assegaf. Selain para tokoh habaib, hadir pula Syakir Daulay, seorang aktor yang turut berperan langsung sebagai ketua pelaksana dalam mengorganisasi penyelenggaraan Jakarta Bersholawat di Monas.
RUU Migas Kembali Digodok, BUK Migas Ditargetkan Terbentuk Satu Tahun Setelah Undang-Undang Disahkan

Dalam acara tersebut, penceramah Habib Muhammad bin Ali Assegaf menyampaikan makna penting dari terselenggaranya pertemuan akbar Jakarta Bersholawat. Habib Muhammad bin Ali Assegaf mengemukakan bahwa kegiatan ini menjadi sebuah momentum yang sangat berharga untuk menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi wadah untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai keagamaan dan semangat peringatan kemerdekaan pun berpadu dalam kebersamaan ribuan jemaah yang hadir di lapangan terbuka tersebut.
Selain sebagai bentuk perayaan Maulid Nabi dan kemerdekaan, kegiatan Jakarta Bersholawat juga difokuskan sebagai sarana untuk memanjatkan doa bersama. Majelis ini secara khusus mendoakan terciptanya kedamaian serta ketenteraman bagi segenap warga dan wilayah Jakarta. Di samping mendoakan kondisi kota Jakarta agar senantiasa aman dan damai, lantunan doa dalam majelis tersebut juga ditujukan bagi para warga yang terdampak oleh musibah bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jemaah yang hadir juga turut mendoakan para korban dari peristiwa bencana yang pernah terjadi pada masa lalu, seperti musibah bencana di Aceh.
Karhutla Way Kambas Diduga Sengaja Dibakar, TNWK Pantau Kondisi Satwa Liar

Penyelenggaraan acara Jakarta Bersholawat ini turut mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyampaikan bahwa acara Jakarta Bersholawat yang digelar oleh Majelis Nurul Musthofa tersebut diperkirakan dihadiri oleh sekitar 5.000 hingga 6.000 orang jemaah yang datang dan membersamai kegiatan dari awal hingga akhir. Seluruh rangkaian ibadah mulai dari salat berjemaah, pembacaan Surah Yasin, pembacaan shalawat, hingga doa bersama untuk keselamatan bangsa terlaksana di kawasan Lapangan Irti Monas, Jakarta Pusat.






