Penerapan regulasi terkait pemain asing menjadi salah satu aspek fundamental dalam perancangan strategi tim serta pengelolaan kompetisi sepak bola profesional. Operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), menetapkan pedoman teknis yang mengatur batasan administrasi pendaftaran hingga ketentuan operasional pemain di lapangan.
Ketentuan ini menjadi acuan utama bagi seluruh klub peserta dalam menyusun kedalaman skuad, menjaga keseimbangan komposisi pemain, dan memastikan kepatuhan penuh terhadap aturan pertandingan resmi.
Ketentuan Kuota Pemain Asing PT LIB pada Kompetisi Super League
Berdasarkan regulasi PT LIB untuk kompetisi Super League, setiap klub memiliki batas kuota pendaftaran pemain asing dengan ketentuan bebas kewarganegaraan. Aturan ini memuat rincian teknis mulai dari registrasi skuad hingga jumlah pemain yang diizinkan berada di lapangan saat laga berlangsung.
Secara rinci, aturan kuota pemain asing yang diberlakukan meliputi poin-poin berikut:
- Pendaftaran Skuad: Setiap klub diperbolehkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing dengan paspor bebas kewarganegaraan.
- Daftar Susunan Pemain (DSP): Dari total pemain asing yang terdaftar, maksimal 9 pemain asing dapat dicantumkan ke dalam DSP pada hari pertandingan.
- Jumlah Pemain di Lapangan: Maksimal 7 pemain asing yang diperbolehkan bermain secara bersamaan di atas lapangan dalam satu waktu pertandingan.
Aturan tersebut memberikan keleluasaan bagi tim pelatih dalam merotasi komposisi pemain sekaligus memastikan kuota operasional pada setiap pertandingan tetap terkendali sesuai koridor yang ditentukan.
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia pada Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026

Langkah PSM Makassar Memaksimalkan Kuota 11 Pemain Asing
Penerapan regulasi kuota maksimal langsung direspons oleh klub peserta kompetisi, salah satunya PSM Makassar. Manajemen PSM Makassar memastikan kesiapan mereka untuk memanfaatkan seluruh alokasi kuota pemain asing yang disediakan untuk mengarungi musim 2026/2027.
Manajer tim PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menegaskan bahwa klub akan memaksimalkan kuota 11 pemain asing tersebut demi menciptakan keseimbangan komposisi skuad di bawah arahan pelatih kepala Darije Kalezic.
Dalam membangun kedalaman tim untuk musim baru, PSM Makassar mempertahankan empat pemain asing dari skuad musim 2025/2026, yaitu:
- Luca Cumic
- Aloisio Neto
- Victor Luiz
- Dusan Lagator
Pada pelaksanaan sesi latihan perdana tim, tiga dari empat pemain asing yang dipertahankan tersebut telah hadir di lapangan, sementara hanya Victor Luiz yang tercatat absen. Terkait pemenuhan total kuota, Muhammad Nur Fajrin menjelaskan bahwa PSM Makassar merencanakan tahapan awal dengan merekrut delapan hingga sembilan pemain asing terlebih dahulu sebelum akhirnya melengkapi daftar hingga batas maksimal 11 pemain.
Perbandingan Dinamika Regulasi Pemain Asing di Liga Roshn Saudi
Penetapan aturan pemain asing di berbagai kompetisi kerap menghadapi berbagai dinamika di tingkat klub. Sebagai komparasi, dinamika terkait perubahan aturan pendaftaran dan keikutsertaan pemain asing juga terjadi di kompetisi Liga Roshn Saudi.
Penerapan Teknologi Video Assistant Referee VAR dalam Pertandingan Liga 1 Indonesia Mengacu Standar FIFA

Kurang dari dua pekan menjelang bergulirnya musim kompetisi profesional di Arab Saudi, sejumlah klub melancarkan protes kolektif menyusul disahkannya perubahan regulasi oleh pihak pengelola liga. Berdasarkan regulasi baru tersebut, daftar pemain muda tambahan diwajibkan berisi pemain lokal Saudi atau pemain non-Saudi yang lahir di Kerajaan Arab Saudi. Pemain asing di luar kriteria tersebut dilarang didaftarkan ke dalam daftar tim U-21, yang secara praktis membatasi klub hanya dapat mendaftarkan 10 pemain asing untuk memperkuat tim utama di kompetisi liga.
Pihak Liga Roshn Saudi merencanakan penyampaian mekanisme terperinci dalam kurun waktu dua hari mengenai keikutsertaan pemain asing yang terdaftar di skuad U-21, termasuk ketentuan partisipasi mereka pada ajang Piala Pelayan Dua Kota Suci dan Piala Super Saudi.
Surat kabar Asharq Al-Awsat melaporkan bahwa kelompok klub penentang aturan tersebut menyoroti adanya pergeseran peta kekuatan, di mana pengaruh klub-klub besar terhadap keputusan regulasi tercatat mengalami penurunan mencolok selama tiga tahun terakhir.
Kepatuhan terhadap batas registrasi dan kuota susunan pemain tetap menjadi landasan utama bagi klub-klub di Indonesia dalam mengelola administrasi serta menjalankan taktik pertandingan sesuai standar PT LIB.






