Serangkaian aksi pembakaran secara acak yang diduga dilakukan oleh seorang pria tak dikenal memicu ketakutan warga di wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi, Jawa Barat. Teror yang berlangsung selama hampir dua pekan terakhir ini menyasar berbagai objek tanpa motif yang jelas. Insiden teranyar terjadi di permukiman warga Kelurahan Cijerah, Kota Bandung, pada Minggu (9/8) dini hari. Dalam kejadian tersebut, pelaku menyulut api pada satu unit sepeda motor, jemuran pakaian, serta penutup mobil milik penghuni setempat. Teror pembakaran oleh pria misterius masih terjadi di Bandung-Cimahi dan memunculkan kecemasan lantaran dilakukan pada jam-jam rawan saat warga sedang tertidur pulas.
Berdasarkan pengamatan dan rekaman di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), modus operandi pelaku menunjukkan pola yang serupa. Terduga pelaku diidentifikasi sebagai seorang pria yang mengenakan sweter atau jaket bertudung (hoodie) berwarna hitam serta membawa tas punggung atau ransel. Pelaku konsisten beraksi pada dini hari WIB. Jejak teror ini pertama kali mencuat pada Jumat (31/7) di area ruko Jalan Ria, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, saat pelaku membakar gerobak pedagang kaki lima. Rangkaian aksi berlanjut pada Minggu (2/8) dini hari di Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung, dengan sasaran bendera Merah Putih di depan rumah warga. Pelaku kemudian menyasar sebuah bangunan di Karasak, Kecamatan Astanaanyar, pada Selasa (4/8) sekitar pukul 02.40 WIB, sebelum akhirnya beraksi di kawasan Cijerah.
Pramono Ancam Tutup Pengelola Swasta Tempat Sampah Ilegal di Nagrak Cilincing

Dampak dari rentetan aksi ini merugikan sektor ekonomi warga serta mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Di Jalan Ria Cimahi, pemilik gerobak bakso Sriyono (45) dan pemilik gerobak dimsum serta ayam goreng Agung Kurniawan mendapati peralatan usahanya dibakar. Beruntung, api pada gerobak Sriyono tidak menimbulkan kerusakan parah karena cepat dipadamkan oleh warga yang melintas. Kejadian serupa dirasakan Mia (61), pemilik rumah di Maleber, yang bersyukur warga sekitar berhasil memadamkan kobaran api pada benderanya sebelum merembet ke bangunan rumah. Namun, eskalasi bahaya sempat terjadi pada insiden pembakaran bangunan di Karasak, Astanaanyar, yang memaksa Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskar PB) Kota Bandung turun tangan untuk menjinakkan si jago merah.
Menanggapi keresahan publik, jajaran kepolisian di tingkat polsek hingga polres bergerak melakukan penyelidikan mendalam. Kasi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat mengonfirmasi bahwa olah TKP telah dilakukan terkait pembakaran gerobak pedagang di Jalan Ria. Di wilayah Kota Bandung, Kapolsek Andir Kompol Triyono Raharja, Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal, serta Kapolsek Bandung Kulon Kompol Taufik menyatakan tengah memproses laporan di daerah masing-masing. Indikasi keterkaitan antarkejadian dikuatkan oleh kepolisian. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton pada Rabu (5/8) mengonfirmasi adanya indikasi kemiripan kuat antara TKP Astanaanyar dan insiden pembakaran di wilayah Andir, sementara Kompol Taufik pada Rabu (12/8) juga mencatat dugaan keterkaitan kasus Cijerah dengan kejadian di Andir.
Modus Arisan Online Bodong Rp71 Miliar di Jawa Timur dan Cara Melaporkannya

Hingga saat ini, motif pasti di balik aksi pembakaran beruntun ini masih belum terungkap karena identitas terduga pelaku masih dipelajari oleh pihak berwajib. Untuk mengantisipasi potensi insiden susulan, warga di mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, khususnya pada dini hari. Penggiatan pos ronda malam, pemantauan CCTV area permukiman, dan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran menjadi langkah penting yang dapat dilakukan warga. Masyarakat yang melihat pergerakan pria mencurigakan dengan ciri-ciri bertopi tudung hitam dan membawa ransel diimbau untuk segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.






