Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sekitar 85 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terhubung dan menyampaikan pelaporan secara digital per 13 Agustus 2026. Keterbukaan data operasional ini dihimpun melalui Radar MBG, portal pengawasan publik yang dirancang untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui Radar MBG, masyarakat dapat memeriksa rincian menu makanan yang disajikan, komposisi dan nilai gizinya, hingga identitas unit SPPG yang bertanggung jawab atas proses produksi. Apabila menemukan ketidaksesuaian, pengguna yang mengakses fitur pelaporan pada portal akan langsung dialihkan ke nomor kontak resmi BGN RI untuk penanganan lebih lanjut.
Evaluasi Kepatuhan dan Kanal Pengaduan
Penguatan instrumen pengawasan ini mengemuka seiring adanya evaluasi kepatuhan operasional di lapangan. Pada Selasa (1/9), sebanyak 746 orang tercatat menjadi korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG di Sidoarjo, Jawa Timur. Temuan awal BGN mengindikasikan insiden tersebut terjadi akibat kelalaian SPPG terhadap prosedur baku, termasuk keterlambatan distribusi dan ketiadaan label informasi pada kemasan.
Kronologi Dosa-Dosa 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-Abal Terbongkar

Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa ketidakpatuhan terhadap petunjuk pelaksanaan dan teknis merupakan bentuk pelanggaran operasional yang serius. Menurutnya, seluruh panduan distribusi dan keamanan pangan telah ditetapkan secara rinci kepada para pelaksana di daerah.
Untuk memperluas partisipasi publik di luar portal Radar MBG, BGN membuka beberapa kanal pengaduan surat menyurat konvensional. Saluran tersebut mencakup PO BOX 2025 untuk pelaporan internal, PO BOX 45000 bagi masyarakat umum, serta PO BOX 1708 khusus mitra dan yayasan. Pemantauan dan laporan juga dapat disampaikan melalui kanal Lapor Masdar pada situs https://lapor.sudaryono.id/.
5 Pemda di Sumsel Terima Bantuan Presiden Rp100 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Peran Sebagai Sistem Deteksi Dini
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai keberadaan Radar MBG menjadi langkah positif dalam membangun transparansi program berskala nasional. Saluran ini menyediakan jalur resmi bagi publik untuk menyampaikan kendala maupun dugaan pelanggaran aturan yang terjadi secara langsung di tingkat penyaluran.
Sementara itu, Analis Senior ISEAI Ronny P. Sasmita memandang potensi utama Radar MBG terletak pada fungsinya sebagai instrumen mitigasi risiko sejak dini. Data rutin yang masuk dari laporan SPPG dapat dianalisis untuk mendeteksi berbagai anomali operasional, mulai dari pola keterlambatan pengiriman, kejanggalan jumlah penerima manfaat, pengulangan pelanggaran standar, hingga indikasi masalah keamanan pangan di suatu wilayah.






