berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Quiet Quitting, Mengapa Gen Z Memilih Bekerja Secukupnya di Tengah Tekanan Kerja

Fitri KaraengDiterbitkan 11 Sep 2026 - 00.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Quiet Quitting, Mengapa Gen Z Memilih Bekerja Secukupnya di Tengah Tekanan Kerja
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Kecenderungan pekerja muda untuk menarik batasan tegas antara kehidupan personal dan tuntutan kantor kian mendapat perhatian akademisi. Serangkaian riset ketenagakerjaan mencatat bahwa pilihan untuk bekerja sesuai porsi atau quiet quitting didorong oleh kombinasi kelelahan emosional, benturan peran, serta persepsi atas perlakuan di tempat kerja.

Harris (2025) mendefinisikan quiet quitting sebagai keputusan seorang pekerja untuk memenuhi tugas dan jam kerja yang telah disepakati secara resmi, sembari menolak atau menghindari tanggung jawab, tugas, maupun peran tambahan yang sifatnya sukarela. Sikap ini bukan berarti berhenti bekerja, melainkan menghentikan kebiasaan melampaui batas beban demi menjaga ruang pribadi.

Faktor Kelelahan Kerja dan Konflik Peran

Penelitian lintas sektoral menunjukkan bahwa tekanan kerja yang tidak terkelola menjadi pemicu utama sikap menarik diri. Studi cross-sectional oleh Zhou et al. (2026) terhadap 523 dosen perguruan tinggi vokasional di Tiongkok menemukan bahwa konflik antara pekerjaan dan keluarga (work-family conflict) serta kejenuhan kerja (job burnout) berhubungan positif dengan perilaku quiet quitting. Studi tersebut mencatat bahwa beban kerja berlebih (work overload) tidak serta-merta memicu penarikan diri secara langsung, melainkan bekerja secara tidak langsung melalui kejenuhan kerja terlebih dahulu.

Baca Juga

Fokus Akuisisi Tambang Emas, Belanja Modal Astra Tembus Rp16,9 Triliun

Fokus Akuisisi Tambang Emas, Belanja Modal Astra Tembus Rp16,9 Triliun

Tekanan tugas yang tidak sesuai juga mempercepat pengurasan energi pekerja. Melalui survei tiga gelombang terhadap 229 pekerja industri internet di Tiongkok, Liu, Chi, dan Sui (2026) menemukan bahwa penugasan yang tidak semestinya (illegitimate tasks) memicu pengurasan energi mental (ego depletion), yang kemudian berujung pada tindakan quiet quitting. Di sisi lain, studi kualitatif Gray et al. (2025) terhadap 42 partisipan menunjukkan bahwa pemenuhan maupun pelanggaran kontrak psikologis antara pekerja dan perusahaan memiliki kaitan langsung dengan munculnya fenomena ini.

Dimensi Penarikan Diri dan Dinamika Generasi Z

Fenomena bekerja secukupnya ini tidak terjadi dalam satu pola tunggal. Magrizos et al. (2026) menyatakan bahwa quiet quitting bersifat multidimensional, terbagi antara bentuk yang disengaja (deliberate) dan pasif, dengan motivasi yang bisa bersifat reaktif terhadap kondisi kantor maupun berakar dari nilai pribadi. Temuan ini diperkuat oleh riset metode campuran dari Kanwal et al. (2026) yang mengidentifikasi keberadaan passive quiet quitting dan deliberate quiet quitting.

Secara konseptual, Dilchert et al. (2026) menjelaskan quiet quitting sebagai bentuk penarikan diri psikologis (psychological withdrawal). Hal ini ditandai oleh melemahnya keterlibatan pada tugas, berkurangnya kelekatan sosial di lingkungan kantor, penurunan keterlibatan umum, serta pembatasan tegas antara urusan kerja dan urusan pribadi.

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Operasikan 25 SPBU 24 Jam di Makassar

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Operasikan 25 SPBU 24 Jam di Makassar

Kajian Joe dan Dhanpat (2026) melalui wawancara terhadap 12 pekerja Generasi Z dan milenial di Afrika Selatan menegaskan relevansi isu ini pada angkatan kerja muda. Dilchert et al. (2026) juga menemukan bahwa pekerja yang lebih muda sedikit lebih rentan terhadap kecenderungan ini. Meski demikian, otonomi dalam pekerjaan (job autonomy) dan kepemilikan tanggung jawab kerja yang jelas dapat berfungsi sebagai faktor pelindung.

Di Indonesia, faktor kesejahteraan psikologis menjadi kunci peredam fenomena ini. Riset kuantitatif oleh Narendra dan A鈥檡uninnisa (2025) terhadap karyawan Generasi Z di Indonesia membuktikan bahwa job flourishing鈥攌ondisi ketika pekerja merasa berkembang dan bermakna di tempat kerja鈥攂erhubungan secara signifikan dengan rendahnya kecenderungan quiet quitting.

Sumber: Kumparan

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KetenagakerjaanGen Z

Berita Terbaru Lainnya

Tata Cara Mandi Wajib untuk Perempuan Lengkap dengan Niat dan KeutamaanFokus Akuisisi Tambang Emas, Belanja Modal Astra Tembus Rp16,9 TriliunPertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Operasikan 25 SPBU 24 Jam di MakassarRespons Kemenag DIY soal Dugaan Pengurus Ponpes di Sleman Perkosa SantriwatiLegislator Usul BNPB Dilebur Bareng BMKG dan Badan Geologi hingga Jadi KementerianPemerintah Dorong Efisiensi dan Transformasi Industri Berkelanjutan di IEE Series 2026Setoran Pajak Tembus Rp 1.224 Triliun, Purbaya Buka SuaraReseller Banyak, tapi Penjualan Nggak Bertambah? Cek Lagi Sistemnya

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

Budaya

Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live Streaming

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap