Pemerintah terus mendorong efisiensi berbasis teknologi serta penguatan kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan transformasi industri nasional yang berkelanjutan. Upaya strategis ini menjadi sorotan utama dalam agenda Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (10/9/2026).
Pengembangan industri ke depan dinilai tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan volume produksi semata. Sektor industri nasional kini dituntut untuk memperkuat rantai nilai serta memastikan pemanfaatan sumber daya alam berjalan secara berkesinambungan.
Hilirisasi dan Integrasi Kebijakan
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menekankan pentingnya agenda hilirisasi agar seluruh potensi sumber daya alam nasional mampu menghadirkan nilai tambah yang lebih optimal di dalam negeri. Menurutnya, penguatan adopsi teknologi dan peningkatan efisiensi operasional merupakan faktor kunci dalam mendongkrak daya saing serta memperkokoh rantai nilai industri Indonesia.
Fokus Akuisisi Tambang Emas, Belanja Modal Astra Tembus Rp16,9 Triliun

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga. Sinergi lintas instansi ini diperlukan guna memastikan perumusan kebijakan pembangunan industri dan skema pembiayaannya dapat terintegrasi secara menyeluruh.
Ekosistem Strategis dan Mitigasi Bencana
Penyelenggaraan IEE Series – Engineering Week 2026 menyatukan delapan sektor strategis ke dalam satu ekosistem terpadu, mulai dari sektor pertambangan, konstruksi, hingga manajemen bencana. Selama pameran, para pengunjung dapat melihat langsung berbagai instalasi teknologi konstruksi dan perindustrian yang ditampilkan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Operasikan 25 SPBU 24 Jam di Makassar

Selain menampilkan inovasi rekayasa dan teknologi, dimensi ketahanan industri turut diperkuat melalui integrasi mitigasi risiko bencana guna menjamin keberlangsungan operasional sektor industri di masa depan. Menghadirkan 1.694 perusahaan dari 34 negara, perhelatan berskala internasional ini menjadi platform konkret dalam merealisasikan kemitraan lintas sektor dan memajukan daya saing industri nasional.






