Pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan rute dari Velodrome menuju Manggarai saat ini terus dikebut pekerjaannya agar dapat diselesaikan sesuai dengan target. Hingga tanggal 10 Agustus 2026, perkembangan atau progres pembangunan konstruksi dari proyek transportasi massal ini dilaporkan telah mencapai angka 97,99 persen. Berdasarkan target yang telah ditetapkan, proyek LRT Jakarta Fase 1B ini ditargetkan untuk rampung sepenuhnya pada bulan Agustus 2026. Setelah seluruh pengerjaan konstruksi dinyatakan selesai, proyek infrastruktur transportasi publik ini rencananya akan diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Proyek pembangunan infrastruktur perkeretaapian yang menghubungkan kawasan Velodrome dan Manggarai ini memiliki nilai investasi yang cukup besar, yakni mencapai Rp4,1 triliun. Dalam perkembangan fisik di lapangan, trek jalur arah barat atau yang dikenal dengan istilah west bound saat ini dilaporkan telah tersambung secara utuh di sepanjang rute. Meskipun demikian, pengerjaan konstruksi belum sepenuhnya selesai karena masih ada beberapa bagian pekerjaan yang harus dirampungkan oleh para pekerja sebelum jalur ini siap digunakan secara resmi.
Sisa pekerjaan fisik yang saat ini masih terus dilakukan di lapangan meliputi pengembalian kondisi lokasi kerja serta penyambungan rel di area Double-Double Track (DDT) Manggarai. Selain pengerjaan rel di area Double-Double Track tersebut, akses pintu masuk di setiap stasiun juga dilaporkan masih berada dalam tahap penyelesaian akhir. Upaya penyelesaian pintu masuk stasiun dan perbaikan kondisi area kerja ini terus dioptimalkan agar aspek kenyamanan dan keselamatan pengguna dapat terpenuhi saat proyek ini selesai dibangun.
Capaian Kinerja BUMN di Bawah Danantara, Lonjakan Laba dari Sektor Tambang hingga Perbankan

Sebagai informasi, proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai ini mencakup pembangunan lima stasiun baru. Kelima stasiun baru yang sedang dibangun tersebut adalah Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, Stasiun Proklamasi, dan Stasiun Manggarai. Kehadiran lima stasiun baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan transportasi publik bagi masyarakat Jakarta, khususnya bagi mereka yang kerap beraktivitas di sepanjang rute penghubung dari Velodrome hingga ke Manggarai.
Untuk memastikan aspek keselamatan dan kesiapan teknis sebelum resmi beroperasi, pihak kontraktor Waskita Karya bersama dengan Jakarta Propertindo (Jakpro) saat ini tengah melakukan tahapan Test and Commissioning (T&C). Proses pengujian ini memegang peranan yang sangat penting untuk memastikan seluruh sistem berfungsi dengan baik. Adapun aspek yang diuji dalam proses Test and Commissioning ini mencakup pengujian jalur, sistem persinyalan, kelistrikan, sistem komunikasi, hingga integrasi operasional secara menyeluruh pada jalur LRT tersebut.
Cara Memantau Proyeksi PNBP Sektor ESDM 2026 yang Diramal Melebihi Target

Dengan progres pembangunan konstruksi yang telah mencapai 97,99 persen per tanggal 10 Agustus 2026, penyelesaian sisa pekerjaan fisik dan proses pengujian sistem terus berjalan secara beriringan. Melalui kolaborasi erat antara Waskita Karya dan Jakarta Propertindo (Jakpro) dalam melakukan Test and Commissioning, serta penyelesaian sisa pekerjaan di area Double-Double Track (DDT) Manggarai dan pintu masuk stasiun, proyek bernilai Rp4,1 triliun ini bersiap untuk memenuhi target rampung pada Agustus 2026. Kehadiran rute baru ini akan segera diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik di Jakarta.






