Sebanyak enam akun media sosial resmi dilaporkan ke polisi atas dugaan penyebaran informasi palsu. Langkah hukum ini menjadi sorotan utama ketika Rizky Billar-Lesti & Asila Maisa ke PMJ, Beri Keterangan soal Fitnah Selingkuh pada Selasa (11/8). Mereka mendatangi markas Polda Metro Jaya di Jakarta untuk menindaklanjuti laporan yang sebelumnya telah diajukan oleh Rizky Billar. Tuduhan yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa Rizky Billar berselingkuh hingga memiliki anak dengan Asila Maisa, yang merupakan putri dari presenter ternama Ramzi. Bagi korban fitnah di dunia maya, tindakan cepat ini dapat dijadikan contoh nyata mengenai tahapan mengurus kasus pencemaran nama baik secara legal.
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh korban fitnah adalah mengidentifikasi sumber penyebar berita bohong dan mengumpulkan bukti yang cukup. Rizky Billar menempuh jalur ini dengan mendata dan melaporkan enam akun media sosial yang aktif menyebarkan narasi menyesatkan tersebut. Upaya pelaporan ini sangat penting dilakukan sesegera mungkin agar jejak digital dari akun-akun bermasalah tersebut tidak hilang. Dengan memiliki daftar akun yang jelas, pihak kepolisian dapat lebih mudah melakukan pelacakan dan menentukan langkah penyelidikan berikutnya.
Setelah laporan resmi terdaftar, pelapor bersama saksi-saksi terkait harus bersiap memenuhi panggilan kepolisian untuk memberikan klarifikasi. Kehadiran Rizky Billar, Lesti Kejora, dan Asila Maisa di Polda Metro Jaya pada Selasa (11/8) bertujuan untuk memberikan keterangan tambahan yang dibutuhkan penyidik. Dalam proses ini, kehadiran kuasa hukum sangat dianjurkan untuk mendampingi jalannya pemeriksaan. Sadrakh, selaku kuasa hukum Rizky Billar, turut mendampingi mereka guna memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.
Gus Alex Didakwa Perkaya Diri Rp 93,6 Miliar dari Kasus Kuota Haji

Tahapan berikutnya di kantor polisi adalah menjawab pertanyaan penyidik secara kooperatif dan mendalam. Selama proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pihak penyidik mengajukan total 25 pertanyaan kepada mereka. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara bersama-sama maupun terpisah oleh Rizky Billar, Lesti Kejora, dan Asila Maisa. Pemeriksaan terpisah biasanya dilakukan untuk mencocokkan keterangan antar-saksi, sedangkan pemeriksaan bersama ditujukan untuk menyamakan persepsi mengenai kronologi penyebaran fitnah yang dilaporkan.
Korban fitnah juga perlu memaparkan secara terperinci kerugian nyata yang dialami akibat penyebaran berita bohong tersebut. Dalam kasus ini, rumor perselingkuhan terbukti membawa dampak buruk yang nyata pada aspek profesional dan personal. Pihak pelapor mengungkapkan bahwa fitnah tersebut mengganggu kelancaran pekerjaan endorsement yang melibatkan Rizky Billar, Lesti, dan Asila. Tidak hanya itu, kehidupan pribadi serta aktivitas profesional Asila Maisa beserta keluarganya juga sangat terganggu oleh peredaran berita yang sama sekali tidak akurat tersebut.
Sepeda Motor Reporter iNews Media Group Hilang Saat Meliput di Kantor Kemenko Polkam

Sebelum proses klarifikasi ini berlangsung di Jakarta, Lesti Kejora dan Rizky Billar sempat terlihat menghadiri kegiatan publik lainnya. Mereka berdua menghadiri konferensi pers untuk program televisi 'Jadi Aku Sebentar Saja' yang diselenggarakan di Cileungsi, Bogor, pada Selasa (5/8/2025). Kehadiran mereka di acara tersebut menunjukkan bahwa di tengah kesibukan profesional, komitmen untuk menyelesaikan masalah hukum tetap menjadi prioritas utama demi memulihkan nama baik keluarga besar mereka dari fitnah yang tidak berdasar.






