berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Hiburan

Profil Nasirun, Pelukis Eksentrik yang Kini Beristirahat di Makam Seniman Girisapto

Yolanda RumbayanDiterbitkan 2 Agu 2026 - 13.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Profil Nasirun, Pelukis Eksentrik yang Kini Beristirahat di Makam Seniman Girisapto
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Dunia seni rupa Indonesia tengah berduka atas kepergian salah satu tokoh pentingnya. Nasirun, seorang maestro pelukis dan perupa yang dikenal luas dengan bahasa visual berbasis kebudayaan Jawa, meninggal dunia pada hari Sabtu (1/8). Seniman yang tutup usia pada umur 60 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya saat berada di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Setelah rangkaian prosesi perawatan, jenazah sang maestro kemudian dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, yang berlokasi di kawasan Imogiri, Kabupaten Bantul. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi panggung seni rupa nasional yang selama ini diwarnai oleh karya-karyanya.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Perjalanan hidup dan karier Nasirun bermula dari kota kelahirannya di Cilacap, di mana ia dilahirkan pada tanggal 1 Oktober 1965. Ketertarikannya pada dunia seni membawanya untuk menempuh pendidikan formal di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah tersebut, ia memantapkan langkahnya dengan melanjutkan studi ke Jurusan Seni Lukis di Fakultas Seni Rupa (FSR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Nasirun menimba ilmu di institusi seni terkemuka tersebut hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikannya dan dinyatakan lulus pada tahun 1994.

Kiprah Nasirun di dunia seni rupa mulai menonjol bahkan sebelum ia resmi lulus dari ISI Yogyakarta. Perjalanan karier profesionalnya tercatat dimulai dari sebuah pameran tunggal yang diselenggarakan di Mirota Kampus pada tahun 1993. Pameran tersebut menjadi batu loncatan yang membawanya melangkah lebih jauh. Seiring berjalannya waktu, karya-karyanya berhasil menembus panggung internasional melalui keikutsertaannya dalam berbagai ajang bergengsi, seperti Singapore Biennale dan Beijing International Art Biennale. Tidak hanya itu, Nasirun juga sukses memamerkan karya-karyanya melalui pameran tunggal yang digelar di Tokyo, Jepang.

Baca Juga

Memadukan Makanan dan Minuman untuk Mengangkat Cita Rasa Kuliner Harian

Memadukan Makanan dan Minuman untuk Mengangkat Cita Rasa Kuliner Harian

Ciri khas Nasirun sebagai seorang perupa terlihat jelas dari penggunaan elemen mitologi Jawa, karakter pewayangan, aksara, serta ornamen tradisional dalam tiap karyanya. Alih-alih sekadar menjiplak bentuk tradisi yang sudah ada, sang pelukis mengubah wujud aslinya secara ekspresif untuk menciptakan sebuah komposisi personal yang berlapis dan padat makna. Nilai spiritualitas yang dihadirkan dalam lukisannya juga sangat inklusif, di mana karya-karyanya merepresentasikan ketulusan hubungan manusia dengan kekuatan transenden tanpa membatasinya pada satu doktrin agama saja. Nasirun juga dikenal berani merespons berbagai medium non-konvensional. Ia kerap melukis di atas permukaan kayu, furnitur, kemasan produk, surat undangan, hingga benda pusaka tradisional seperti blawong atau penyangga keris. Eksplorasi medium yang tidak biasa ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai perupa kontemporer yang tidak pernah menanggalkan identitas lokalnya.

Di luar aktivitasnya melukis di depan kanvas atau medium lainnya, Nasirun memiliki peran vital sebagai seorang kolektor dan pengarsip seni. Di studionya yang terletak di kawasan Bayeman, Yogyakarta, ia menyediakan ruang khusus untuk menyimpan ribuan karya dan dokumen penting milik para seniman Indonesia. Studio tersebut menjadi rumah bagi arsip-arsip berharga, termasuk dokumen peninggalan Emiria Soenassa dan Danarto. Langkah pengarsipan mandiri yang dilakukannya dinilai sebagai sebuah usaha penting untuk menyelamatkan kepingan sejarah seni rupa nasional yang kerap kali luput dari perhatian institusi resmi.

Baca Juga

Apresiasi John Herdman Atas Debut Tim Geypens Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Apresiasi John Herdman Atas Debut Tim Geypens Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Kepergian Nasirun meninggalkan warisan artistik yang sangat mendalam bagi sejarah kebudayaan tanah air. Sosoknya dinilai sukses menjadi jembatan penghubung antara tradisi seni lukis modern khas Yogyakarta dan arus dinamika seni kontemporer di tingkat global. Melalui dedikasinya sepanjang hayat, sang seniman membuktikan bahwa kebudayaan Jawa dapat terus digali sebagai sumber imajinasi yang tidak ada habisnya bagi para perupa di masa mendatang. Tempat peristirahatan terakhirnya di Makam Seniman Girisapto kini menjadi saksi bisu atas perjalanan panjang seorang pelukis eksentrik yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan memajukan seni rupa Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

YogyakartaNasirunSeni RupaMakam Seniman GirisaptoPelukis Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Strategi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan TengahTransisi Energi Baru dan Terbarukan, Langkah Memanfaatkan PLTS Atap untuk Sektor Swasta dan ResidensialMengenal Kronologi Kerusuhan Komunal di Nepal dan DampaknyaBadan Gizi Nasional Usut Dugaan Pelanggaran di 5.355 Satuan Pelayanan Pemenuhan GiziDaftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per 1 Agustus 2026 dan Alasan PenyesuaiannyaCara Mengembangkan Ekosistem Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka di LampungPanduan Penyesuaian Harga BBM Shell dan Pertamina per 1 Agustus 2026Penyelenggaraan Jakarta Watersport Festival 2026 di Danau Sunter

Paling Banyak Dibaca

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  2. 2Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap