Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan berbagai fasilitas publik yang sempat dirusak saat kerusuhan pada Kamis (27/8) malam kini telah selesai diperbaiki. Sejumlah fasilitas vital, mulai dari halte bus hingga kamera pengawas (CCTV) yang menjadi sasaran perusakan, dipastikan sudah kembali berfungsi normal sehingga tidak menghambat mobilitas warga.
Pramono menegaskan bahwa pihaknya langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat memperbaiki seluruh kerusakan. Hal tersebut disampaikan Pramono saat memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8).
"Saya sudah memerintahkan untuk langsung dilakukan perbaikan karena saya nggak mau ada yang terganggu," ujar Pramono.
Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto, 4 Tewas 7 Luka

Upaya penanganan fasilitas umum tersebut dilakukan segera setelah massa membubarkan diri. Pramono turun langsung ke lapangan memimpin pembersihan bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi. Kerja bakti dan pemulihan itu juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk para wali kota di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
"Semalam itu saya, Kapolda, Pangdam, dan seluruh jajaran stakeholder yang ada termasuk para wali kota itu langsung melakukan bersih-bersih," kata Pramono.
Berkat pembersihan dan perbaikan cepat, arus lalu lintas di kawasan terdampak sudah kembali lancar sejak Jumat (28/8) pagi. Pramono berharap rutinitas warga pada akhir pekan, termasuk pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD), dapat berlangsung normal tanpa gangguan.
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pengeroyokan Pedagang Kaca di Pejompongan

Di sisi lain, Pramono menjamin bahwa pemerintah menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi sebagaimana dijamin undang-undang. Kendati demikian, ia mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib tanpa merusak fasilitas publik yang dibangun untuk kepentingan bersama.
"Kalau dirusak yang dirugikan siapa sih? Yang dirugikan publik sendiri," tutur Pramono mengingatkan.






