Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa besarnya skala wilayah dan jumlah penduduk membuat tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan negara-negara lain. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat pemerintah harus menangani berbagai persoalan pembangunan dengan tingkat kerumitan yang tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus peringatan ulang tahun ke-77 Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Untuk menggambarkan besarnya skala fasilitas publik di Tanah Air, Prabowo membandingkan kondisi sektor pendidikan Indonesia dengan Singapura. Ia menyebut Singapura memiliki sekitar 300 sekolah untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sementara itu, Indonesia harus mengelola lebih dari 300.000 sekolah yang tersebar luas hingga ke pelosok wilayah, termasuk sekolah-sekolah yang berada di ujung gunung maupun di pulau-pulau terpencil.
Menaker soal Formula Upah Minimum 2027, Tunggu Aja!

Meski menghadapi kerumitan geografis dan keberagaman yang luas, Prabowo menekankan bahwa bangsa Indonesia di usia ke-81 tetap kokoh dan bersatu. Ia bersyukur bahwa di tengah berbagai perbedaan yang ada, Indonesia mampu menjaga persatuan dan menjadi semakin kuat dalam menghadapi masa depan.
Prabowo juga menilai bahwa sebagian masyarakat Indonesia terkadang belum menyadari betapa besar potensi dan kekuatan yang sebenarnya dimiliki oleh bangsanya sendiri. Padahal, sejumlah pakar dan institusi internasional memproyeksikan Indonesia akan tumbuh menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia pada tahun 2050, sekaligus menjadi salah satu kekuatan besar dunia (one of the great powers).
RUU Ketenagakerjaan Dinilai Jauh dari Harapan, Buruh Besok Demo Besar

Mengingat tahun 2050 hanya berjarak 24 tahun dari sekarang, Prabowo menganalogikan generasinya bersama SBY sebagai anak tangga bagi generasi penerus. Keberadaan generasi terdahulu diharapkan menjadi pijakan bagi generasi muda untuk naik, mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, dan meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia.






